Berita Terbaru
BAZNAS RI Sediakan Hidangan Berbuka Palestina di Gaza, Al-Quds, dan Tepi Barat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyalurkan bantuan kemanusiaan melalui program Hidangan Berbuka Palestina sebanyak 1.150 paket bantuan makanan berbuka puasa untuk warga Palestina di Jalur Gaza, Al-Quds, dan Tepi Barat.
Bantuan Hidangan Berbuka Palestina tersebut disalurkan melalui lembaga Althouri-Silwan Women's Center (AWC). Selain bantuan Hidangan Berbuka Palestina, BAZNAS juga menyiapkan bantuan Paket Baju Lebaran, Paket Ramadhan Bahagia, serta Hadiah Lebaran bagi masyarakat Palestina.
Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyampaikan, program tersebut hadir sebagai wujud kepedulian masyarakat Indonesia terhadap warga Palestina yang tengah menghadapi berbagai kesulitan akibat konflik dan blokade yang berkepanjangan.
“BAZNAS bekerja sama dengan lembaga lokal di Gaza, Althouri-Silwan Women's Center (AWC), menyalurkan paket berbuka bagi warga Palestina di di Gaza. Semoga bantuan ini dapat membantu umat Muslim di sana menjalankan ibadahnya dengan baik,” ujar Kiai Noor di Jakarta, baru baru ini.
Kiai Noor menyampaikan, bantuan yang berasal dari rakyat Indonesia yang diamanahkan melalui BAZNAS ini diharapkan dapat membantu meringankan beban rakyat Palestina yang tertindas, terlebih saat ini sedang dalam bulan suci Ramadhan.
“Kami berharap langkah kecil ini dapat memberikan sedikit kebahagiaan dan harapan bagi mereka di tengah situasi yang sulit. Bantuan ini juga menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya rasa syukur dan kepedulian terhadap sesama,” ucap Kiai Noor.
“BAZNAS juga akan mengirimkan baju lebaran, karena sekarang musim dingin di Gaza supaya bisa hidup dengan hangat dan nyaman. Kemudian paket Ramadhan Bahagia di Palestina untuk warga Gaza berisi sembako khas di Gaza,” katanya.
Sementara itu, Ketua Satgas Palestina yang juga Wakil Ketua BAZNAS RI, Mo Mahdum mengajak masyarakat Indonesia untuk terus memberikan bantuan untuk rakyat Palestina, terutama saat ini sedang dalam bulan suci Ramadhan.
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus meningkatkan kepedulian dan partisipasi dalam membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan, terutama di Palestina,” kata Mo Mahdum.
Kontributor : Lulu Fatimah Azzahra
Editor : Mas
BERITA21/04/2025 | Humas
BAZNAS RI Bersama PT Pegadaian Perkuat Kolaborasi Layanan Zakat dan Investasi Syariah
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama PT Pegadaian kembali memperkuat kerja sama untuk melayani pembayaran Zakat, melalui investasi yang berkah dan sesuai syariat Islam.
Kolaborasi BAZNAS bersama Pegadaian telah berlangsung selama lima tahun terakhir di mana kerja sama ini meliputi investasi yang tidak hanya menguntungkan secara finansial, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat luas, khususnya dalam konteks zakat.
Turut hadir di dalam Talk Show "Investasi Berkah Masa Depan Cerah" yang dihadiri Kepala Divisi Pengumpulan Retail BAZNAS RI Arief Budiman dan Deputi Bisnis Kantor Area Tanjung Priok PT Pegadaian Mudayati di AEON Mall Jakarta Garden City, baru baru ini.
Kepala Divisi Pengumpulan Retail BAZNAS, Arief Budiman menyampaikan investasi yang berkah pertama-tama harus memperhatikan objek yang diinvestasikan dan investasi yang berkah adalah yang tidak hanya menguntungkan bagi individu, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
“Investasi yang sesuai dengan syariat Islam tidak melibatkan barang yang bertentangan dengan aturan dalam Islam. Selain itu, tujuan dari investasi juga harus jelas dan halal,” ujar Arief.
Selanjutnya, Arief mengungkapkan salah satu bentuk investasi yang berkah, berupa investasi dalam bentuk emas melalui PT Pegadaian Indonesia, yang memberikan akses kepada masyarakat untuk berinvestasi dengan cara yang sesuai syariat, termasuk adanya pengelolaan zakat di dalamnya.
“Berinvestasi dalam bentuk emas dengan mekanisme yang sesuai dengan prinsip syariah, termasuk adanya pengelolaan zakat yang terintegrasi. Gambarannya seperti, jika seorang investor membeli emas dan mencapai nisab zakat, dia dapat langsung menunaikan zakatnya melalui Pegadaian, tanpa perlu keluar dari sistem Pegadaian,” ujarnya.
“Para investor yang ada di Pegadaian, ini insya Allah bisa juga menyebarkan manfaat atas investasinya kepada masyarakat luas. Contohnya seperti dengan mengikuti program-program unggulan BAZNAS dalam memberikan bantuan kepada para mustahik. Dapat melalui pemberdayaan ZAuto seperti kisah Pak Mahmudin, atau menyalurkannya menjadi Beasiswa Pendidikan BAZNAS yang sudah tersebar diseluruh Indonesia,” ungkap Arief.
Secara terpisah Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan Rizaludin Kurniawan M.Si. menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan bersama Pegadaian ini. Menurutnya, acara ini sangat penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berzakat, juga meningakatkan literasi terkait investasi syariah.
"Insya Allah BAZNAS terus berupaya memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk menunaikan ZIS melalui berbagai platform termasuk di Pegadaian. BAZNAS juga akan memastikan dana yang dititipkan dapat disalurkan secara tepat sasaran bagi kesejahteraan mustahik," ucapnya.
Pada kesempatan yang sama, Deputi Bisnis Kantor Area Tanjung Priok PT Pegadaian Mudayati, menyampaikan, Pegadaian memiliki produk investasi yang benar-benar sesuai dengan syariah Islam.
“Di Pegadaian, kita punya produk syariah namanya MULIA (Murabahah Logam Mulia untuk Investasi Abadi). MULIA ini wujudnya investasi emas yang tidak hanya sesuai dengan syariat, tetapi juga merupakan instrumen investasi yang abadi, sebagaimana yang diajarkan dalam agama Islam, boleh melakukan pembayaran menggunakan emas,” ujar Mudayati.
Selanjutnya, Mudayati menekankan bahwa Pegadaian memisahkan antara investasi syariah dengan investasi konvensional. Serta menerangkan bahwa Pegadaian sudah melalui proses pengkajian syariah.
“Kami juga membedakan investasi syariah ini dari investasi konvensional. Dalam investasi syariah di Pegadaian, masyarakat dapat berinvestasi dalam emas dengan skema cicilan yang sesuai dengan syariah. Selain itu kita sudah mengkaji bersama Dewan Syariah Nasional dan Dewan Pengawas Syariah, sehingga dapat dipastikan bahwa skema investasi ini sepenuhnya sesuai dengan prinsip syariah Islam,” ujarnya.
“Kami berharap bahwa kolaborasi dengan BAZNAS ini dapat memberikan dampak yang lebih luas. tidak hanya bagi individu yang berinvestasi, tetapi juga bagi pemberdayaan ekonomi umat, khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui zakat, sehingga dapat menciptakan lebih banyak muzaki yang dapat memberikan kontribusi positif bagi kemajuan umat ,” ucapnya.
Kontributor : Lulu Fatimah Azzahra
Editor : Mas
BERITA21/04/2025 | Humas
Layanan Zakat Kini Semakin Mudah, BAZNAS dan BCA Jalin Kerja Sama Digital
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menggandeng PT Bank Central Asia Tbk (Bank BCA) untuk menghadirkan kemudahan dalam menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui aplikasi myBCA. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya mendukung Gerakan Cahaya Zakat serta memperluas akses pembayaran ZIS secara digital.
Penandatanganan kerja sama ini dilakukan di Kantor BAZNAS RI, Jakarta, beberapa waktu lalu, dengan melibatkan Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., serta Direktur Bank BCA John Kosasih dan Antonius Widodo Mulyono.
Menurut Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, kemitraan ini merupakan strategi untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam menunaikan kewajiban dan ibadah mereka melalui platform digital yang praktis dan efisien.
“Penggunaan platform digital dalam transaksi keuangan telah menjadi kebutuhan yang tak terelakkan. Oleh karena itu, BAZNAS bersama BCA berinisiatif memanfaatkan platform myBCA untuk memfasilitasi masyarakat dalam menyalurkan ZIS dengan lebih mudah dan cepat,” ujar Kiai Noor.
Ia juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi dalam layanan keuangan, sehingga masyarakat dapat menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah dengan cara yang lebih mudah dan cepat.
Kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran serta partisipasi masyarakat dalam berzakat dan berdonasi secara digital. Dengan akses yang lebih luas dan proses pembayaran yang semakin sederhana, pengumpulan dana ZIS berpotensi meningkat. Hal ini akan mendukung lebih banyak program sosial dan pemberdayaan yang dijalankan oleh BAZNAS demi kesejahteraan umat.
“Dengan semakin mudahnya akses dan proses penyaluran ZIS, diharapkan pengumpulan dana ZIS akan meningkat, sehingga lebih banyak lagi program-program sosial dan pemberdayaan yang dapat dijalankan oleh BAZNAS untuk kesejahteraan umat,” ucap Kiai Noor.
Dari sisi Bank BCA, John Kosasih menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen mendukung Gerakan Cahaya Zakat dengan menyediakan layanan pembayaran ZIS melalui berbagai produk dan fitur yang ada. Sebelumnya, kerja sama antara BCA dan BAZNAS sudah berjalan melalui layanan BCA Virtual Account dan transfer bank. Kini, opsi pembayaran semakin diperluas melalui fitur baru dalam aplikasi myBCA.
“Kini, BCA memperluas layanan tersebut dengan menghadirkan opsi pembayaran zakat, infak, dan sedekah via BAZNAS di fitur “bayar dan isi ulang” aplikasi myBCA. Langkah ini bertujuan untuk mendukung BAZNAS dalam meningkatkan layanan transaksi ZIS dengan solusi digital yang aman, nyaman, mudah, dan dapat diakses luas,” kata John Kosasih.
Pembayaran zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS via myBCA bisa dilakukan dengan cara sebagai berikut:
1. Nasabah masuk ke dalam aplikasi myBCA
2. Pilih fitur “bayar dan isi ulang”
3. Pilih fitur “Donasi & Zakat” dari submenu “Layanan Sosial”
4. Pilih “BAZNAS”
5. Isi detail zakat/infak/sedekah yang hendak dikirim
6. Selesaikan pembayaran
“Kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS serta seluruh pihak yang telah mendukung terwujudnya kolaborasi ini. BCA mengajak seluruh nasabah menjadikan kemudahan ini sebagai kesempatan untuk berbagi dan berbuat baik. Dengan hanya beberapa langkah mudah di myBCA, kita dapat berkontribusi dalam menolong sesama dan ikut serta dalam upaya menciptakan kesejahteraan sosial,” ujar John Kosasih.
Dengan hadirnya layanan ini, nasabah dapat menyalurkan zakat, infak, dan sedekah hanya dalam beberapa langkah sederhana di aplikasi myBCA. Bank BCA berharap kemudahan ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berbagi dan berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan sosial.
Kontributor: Raeihan Ramadhan
Editor: Mas
BERITA21/04/2025 | Humas
Kolaborasi BAZNAS RI dan Kao Indonesia Gelar Santunan Yatim
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Kao Indonesia menyelenggarakan edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta santunan bagi anak yatim di Masjid Istiqlal, Jakarta. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya bersama dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kebersihan, khususnya selama bulan Ramadan.
Sebagai bagian dari rangkaian program #KaoBERSINAR, inisiatif ini mencakup distribusi produk detergen Attack Jaz1 untuk 40 masjid di wilayah Jabodetabek, serta edukasi PHBS yang diharapkan dapat membentuk kebiasaan hidup bersih dan sehat sejak dini bagi anak-anak yatim.
Acara ini dihadiri oleh Direktur Pendayagunaan dan Penyaluran UPZ dan CSR BAZNAS RI, Eka Budhi Sulistyo, yang mewakili Deputi II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS RI, Dr. HM Imdadun Rahmat, M.Si. Turut hadir Kabid Sosial dan Pemberdayaan Umat Masjid Istiqlal, KH. Abu Hurairah Abd. Salam, Lc, MA, serta Associate Vice President Legal, Compliance, Industrial Relations, dan Corporate Communications PT Kao Indonesia, Wisik Restu.
Deputi II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS RI, Dr. HM Imdadun Rahmat, M.Si, menyampaikan bahwa kerja sama dengan Kao Indonesia di bulan Ramadan ini menjadi langkah nyata dalam mendukung masyarakat, terutama anak-anak yatim.
"Saya sangat mengapresiasi kolaborasi sinergis yang kembali terjalin antara Kao Indonesia dan BAZNAS dalam rangkaian kegiatan di bulan Ramadan ini. Semoga kerja sama ini terus berlanjut dan dapat memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang membutuhkan," ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa edukasi mengenai kebersihan sangat penting untuk diterapkan sejak dini agar anak-anak terbiasa menjaga kesehatan diri dan lingkungannya.
"Melalui edukasi PHBS ini, kami ingin mendorong anak-anak sejak dini untuk memahami pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan, sehingga nantinya mereka dapat tumbuh dengan pola hidup sehat yang lebih baik," jelasnya.
Sementara itu, Associate Vice President Legal, Compliance, Industrial Relations, dan Corporate Communications PT Kao Indonesia, Wisik Restu, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari kontribusi sosial perusahaan dalam menciptakan kehidupan yang lebih sehat bagi masyarakat Indonesia.
"Kegiatan ini menjadi wujud nyata misi Kao Indonesia untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia. Kami berharap, melalui kegiatan ini, tubuh yang bersih dan sehat serta alat salat yang harum dan nyaman dapat menambah kenyamanan dalam beribadah, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat," ujarnya.
Ia juga mengapresiasi sinergi dengan BAZNAS RI yang telah membantu menyukseskan kegiatan ini.
"Dengan kolaborasi sinergis bersama BAZNAS yang memiliki kesamaan nilai dengan Kao Indonesia, kami yakin dapat memberikan manfaat dan dampak positif bagi masyarakat untuk terus menerapkan kebiasaan hidup bersih dan sehat di keseharian mereka, terutama di bulan Ramadan ini," ucapnya.
Melalui kegiatan ini, BAZNAS RI dan Kao Indonesia berharap dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya hidup bersih dan sehat sejak dini.
Kontributor: Najwa Najihah
Editor: YMK
BERITA21/04/2025 | Humas
Prof. Nadra, Zakat Pilar Kesejahteraan Umat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali menegaskan urgensi zakat sebagai pilar kesejahteraan umat dan instrumen sosial yang menghubungkan muzaki, amil, dan mustahik dalam upaya meningkatkan kesejahteraan umat. Hal ini ditekankan melalui program yang mengusung semangat kolaborasi dalam ekosistem zakat yang berkelanjutan.
Dalam sebuah diskusi bertajuk Pengajian Berbagi Ilmu Berbagi Pengalaman, yang disiarkan secara daring melalui kanal Youtube BAZNAS TV pada baru-baru ini, berbagai pemangku kepentingan dalam pengelolaan zakat hadir untuk membahas peran zakat di bulan Ramadhan serta tantangan yang dihadapi dalam menyalurkan manfaatnya kepada masyarakat yang membutuhkan.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional, Prof. Ir. Nadratuzzaman Hosen, MS., M.Ec, Ph.D., menekankan bahwa zakat bukan hanya kewajiban keagamaan, tetapi juga memiliki dampak besar dalam aspek ekonomi dan sosial. Ia menjelaskan bahwa dalam ekosistem zakat, setiap pihak memiliki peran strategis.
“Tema kita hari ini adalah nilai spiritual Ramadhan menghidupkan cahaya zakat bagi muzaki, amil, dan mustahik untuk saling bersinergi dalam wujudkan kesejateraan umat. Ini berkaitan erat dengan tagline kita, dan kita ingin memberikan pencerahan tentang makna sebenarnya dari Cahaya Zakat,” ujar dia.
"Muzaki sebagai pemberi zakat memiliki tanggung jawab untuk menunaikan kewajibannya, amil sebagai perantara bertugas menyalurkan dan mengelola zakat dengan amanah, sedangkan mustahik menerima manfaat zakat yang kemudian dapat mendorong mereka keluar dari lingkaran kemiskinan," jelas dia.
Lebih lanjut, ia menyoroti kondisi ekonomi saat ini yang diwarnai oleh berbagai tantangan, seperti meningkatnya angka pemutusan hubungan kerja (PHK) dan usaha yang terpaksa gulung tikar. Namun, semangat berbagi tetap terjaga, sebagaimana terlihat dari tren peningkatan pengumpulan zakat bahkan di masa-masa sulit.
“Kita pernah menghadapi pandemi COVID-19, tetapi Alhamdulillah, pengumpulan zakat tetap meningkat. Ini menunjukkan bahwa semangat berbagi tetap tumbuh di tengah kesulitan,” tambah dia.
“Mari kita jadikan zakat sebagai cahaya yang menerangi kehidupan kita dan membawa keberkahan bagi seluruh umat,” ucap dia.
Senada dengan hal itu, Kepala LSP BAZNAS RI, Dr. Muhammad Choirin M.A., menegaskan pentingnya peran amil dalam memastikan zakat tersalurkan secara efektif. Ia menjelaskan bahwa amil tidak hanya bertugas sebagai perantara dalam distribusi zakat, tetapi juga bertanggung jawab memastikan bahwa manfaat zakat benar-benar mampu mengangkat mustahik dari kondisi kesulitan ekonomi.
“Sebagai pengelola zakat, amil memiliki peran penting dalam menyalurkan harta umat kepada mereka yang berhak, sehingga membawa manfaat besar bagi masyarakat,” kata Choirin.
Selain itu, zakat juga memberikan dampak spiritual bagi muzaki, di mana dengan menunaikannya, mereka memperoleh ketenangan batin dan keberkahan dalam kehidupan. Di sisi lain, bagi mustahik, zakat menjadi sumber harapan untuk kehidupan yang lebih baik, membantu mereka keluar dari kesulitan ekonomi, mendapatkan pendidikan, serta meningkatkan taraf hidup mereka.
Dari sisi muzaki, lanjutnya, zakat memberikan berbagai manfaat spiritual. “Bagi muzaki, zakat adalah jalan mencapai keberkahan hidup, baik di dunia maupun akhirat. Zakat menjadi penghapus dosa dan pembawa ketenangan hati,” ungkap Choirin.
Dari sisi lain bagi mustahik, kata Choirin, zakat adalah cahaya harapan untuk kehidupan yang lebih baik. “Melalui zakat, banyak mustahik yang dientaskan dari kemiskinan, memperoleh pendidikan, dan memperbaiki kondisi ekonomi mereka,” ungkap Choirin.
Melalui sinergi antara muzaki, amil, dan mustahik, zakat diharapkan dapat menjadi pilar utama dalam membangun kesejahteraan yang berkelanjutan bagi seluruh umat.
“Bantuan zakat tidak hanya mengurangi beban materi, tetapi juga memberikan kedamaian dan harapan baru dalam hidup. Ini mengingatkan bahwa ada hubungan spiritual yang kuat antara muzaki dan mustahik, yakni saling membantu dalam kebaikan,” ucap dia.
Kontributor: Raeihan Ramadhan
Editor: YMK
BERITA21/04/2025 | Humas
BAZNAS dan Yonif 201/JY Salurkan Ribuan Paket Takjil
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bekerja sama dengan prajurit Batalyon Infanteri (Yonif) 201/Jaya Yudha menyalurkan ribuan paket makanan berbuka puasa kepada masyarakat di sekitar Jl. Raya Bogor Km 26, Pekayon, Jakarta Timur.
Selama empat hari, mulai 16 hingga 19 Maret, sebanyak 3.000 paket makanan yang terdiri dari nasi dan takjil telah didistribusikan. Sasaran utama kegiatan ini adalah masyarakat yang membutuhkan, seperti pengemudi ojek online dan pekerja dengan penghasilan tidak menentu.
Saidah Sakwan, M.A., selaku Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan bentuk kolaborasi dengan Yonif 201/Jaya Yudha untuk menebar manfaat selama bulan Ramadan.
“Ramadhan adalah bulan penuh berkah, di mana kita dianjurkan untuk berbagi dengan sesama. Melalui program ini, BAZNAS bersama Yonif 201/JY berupaya menghadirkan kebahagiaan bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan,” ujar Saidah Sakwan dalam keterangan tertulis di Jakarta, baru-baru ini.
Selain membantu mereka yang membutuhkan makanan berbuka, kegiatan ini juga menjadi upaya pemberdayaan bagi pelaku usaha kecil dan menengah. BAZNAS memastikan bahwa bahan makanan yang digunakan dalam program ini diperoleh dari UMKM binaannya serta pasar tradisional setempat.
“Bahan makanan yang digunakan dalam program ini dibeli langsung dari UMKM binaan BAZNAS dan pasar tradisional lokal. Jadi, selain memberikan manfaat bagi penerima hidangan, program ini juga mendukung perekonomian para pedagang kecil,” jelas dia.
Untuk menjaga kualitas hidangan yang disajikan, proses pengolahan makanan dilakukan dengan standar kebersihan tinggi. Tim Dapur Sehat Ramadan bersama para relawan memasak dengan cermat sejak pagi agar makanan yang disalurkan tetap sehat dan layak dikonsumsi.
“Sejak pagi, tim Dapur Sehat Ramadhan dan relawan sudah mulai memasak dengan penuh ketelitian. Setiap tahap, mulai dari pemilihan bahan hingga proses memasak, dilakukan sesuai standar pengolahan makanan yang higienis dan berkualitas,” kata dia.
Saidah juga menyampaikan apresiasi kepada Yonif 201/Jaya Yudha atas peran aktif mereka dalam pendistribusian makanan. Menurutnya, kerja sama seperti ini membuktikan bahwa solidaritas dan kepedulian adalah kunci dalam membantu sesama.
“Kami sangat mengapresiasi dukungan dan kolaborasi dari Yonif 201/JY yang turut serta dalam pendistribusian Hidangan Berkah Ramadhan ini. Sinergi ini menunjukkan bahwa kebersamaan adalah kunci dalam membantu masyarakat yang membutuhkan,” ujar Saidah.
“Semoga program ini bisa berjalan dengan lancar dan menjangkau lebih banyak saudara kita yang membutuhkan. Kami juga mengajak masyarakat untuk turut serta dalam aksi kebaikan ini agar semakin banyak yang merasakan kebahagiaan Ramadan,” ujar dia.
Sementara itu, Komandan Batalyon Infanteri 201/Jaya Yudha, Letkol Inf M. Alharidz Unus, S.Sos., M.I.P menekankan bahwa berbagi di bulan suci bukan hanya memberi manfaat kepada penerima, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian sosial dan peningkatan keimanan bagi para prajurit yang terlibat.
"Berbagi takjil gratis ini bukan hanya sekedar untuk memberi manfaat bagi yang membutuhkan, tetapi juga untuk meningkatkan kepedulian kita terhadap masyarakat serta memperkuat keimanan dan ketaqwaan prajurit," ujar dia.
Ia berharap, melalui kegiatan ini, masyarakat semakin merasakan kehadiran TNI di tengah mereka dan semangat berbagi dapat terus tumbuh.
"Semoga dengan takjil ini bisa menambah kenikmatan saat berbuka puasa dan menjadi ladang amal ibadah kita semua," ujar dia.
Kontributor: Raeihan Ramadhan
Editor: YMK
BERITA21/04/2025 | Humas
Lumbung Pangan BAZNAS Sukabumi Suplai 133,7 Ton Beras Zakat Fitrah
Lumbung Pangan BAZNAS Sukabumi baru-baru ini menyiapkan suplai 133,7 ton beras zakat fitrah 1446 H untuk didistribusikan ke beberapa provinsi, di antaranya DKI Jakarta, Jawa Barat, dan sekitarnya.
Jumlah yang harus dipenuhi dalam program pengadaan beras zakat fitrah mencapai 26.625 pack. Pengadaan gabah yang akan digiling menjadi beras telah dilakukan sejak awal Ramadhan melalui proses pengeringan menggunakan oven maupun metode manual.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, menyampaikan bahwa program Lumbung Pangan Sukabumi dapat menjadi contoh nyata pemberdayaan ekonomi masyarakat.
"Ini bentuk nyata dari contoh pemberdayaan masyarakat yang terintegrasi dalam sektor pertanian dengan distribusi zakat. Lumbung Pangan Sukabumi tidak hanya menyediakan pangan yang berkualitas, tetapi juga berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan petani dan mustahik penerima zakat," ujar Saidah dalam keterangan tertulis di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Saidah juga menambahkan bahwa Lumbung Pangan Sukabumi menciptakan ketahanan pangan yang berkelanjutan dan ke depan diharapkan semakin banyak petani yang terbantu.
"Kalau hari ini sudah ada 735 petani binaan BAZNAS, maka ke depannya kan terus bertambah. Dan BAZNAS sangat menghargai dedikasi para petani dan pendamping karena telah turut berpartisipasi dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Indonesia. Semoga akan banyak tercipta lapangan pekerjaan dan dapat meningkatkan kesejahteraan mustahik," ujarnya.
"Melalui Lumbung Pangan Sukabumi, BAZNAS RI ingin menjadikan para mustahik bukan hanya sebagai penerima zakat, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem yang lebih luas. Ini adalah upaya kami untuk mencapai zakat yang berkelanjutan," pungkas Saidah.
Sementara itu, Teddy, seorang petani binaan BAZNAS, merasakan banyak manfaat dari bergabung dalam program ini dan merasa sangat bangga bisa turut berkontribusi dalam pendistribusian zakat fitrah tahun ini. Keberhasilan tersebut memberikan kebanggaan tersendiri, karena hasil kerjanya tidak hanya meningkatkan kesejahteraan pribadi, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat.
"Alhamdulillah, banyak manfaat yang saya rasakan sejak bergabung dengan Lumbung Pangan BAZNAS, terutama dalam menambah penghasilan warga. Beras yang kami hasilkan terdiri dari 3 jenis beras organik dengan kualitas yang ramah lingkungan," ujar Teddy.
Pada kesempatan yang sama, pendamping petani, Erick Mulyana, mengungkapkan bahwa program pendampingan untuk para mustahik menjadi bagian integral dalam Lumbung Pangan Sukabumi. Para petani yang awalnya menerima zakat kini diberdayakan untuk menjadi bagian dari sistem produksi yang berkelanjutan.
"Persiapan yang kita lakukan untuk memenuhi distribusi zakat fitrah kita menggunakan lahan seluas 250 hektar, kami menggunakan metode pertanian organik untuk hasil yang optimal. Selain itu, kami mengadakan pertemuan rutin dengan anggota untuk membangun komunikasi, sehingga mereka tidak hanya mendapatkan manfaat ekonomi tetapi meningkatkan pemahaman mereka mengenai zakat," ujar Erick.
Kontributor: Nova
Editor: YMK
BERITA21/04/2025 | Humas
BAZNAS RI dan Kemenko PM Kolaborasi Entaskan Kemiskinan Ekstrem
BAZNAS RI baru-baru ini melakukan pertemuan dengan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) RI, Abdul Muhaimin Iskandar, di Provinsi DKI Jakarta.
Kunjungan ini bertujuan memperkuat kerja sama antara BAZNAS RI dan Kemenko PM dalam upaya pengentasan kemiskinan ekstrem dan pemberdayaan mustahik. Hadir dalam pertemuan tersebut Ketua BAZNAS RI, Noor Achmad, didampingi oleh Wakil Ketua BAZNAS RI, Mokhamad Mahdum, serta Sekretaris Utama BAZNAS RI, Subhan Cholid.
Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS RI, Noor Achmad, menekankan pentingnya kolaborasi antara BAZNAS dan pemerintah dalam mengatasi kemiskinan ekstrem di Indonesia.
"BAZNAS berkomitmen untuk bersinergi dengan pemerintah dalam upaya pengentasan kemiskinan ekstrem. Melalui kolaborasi ini, kami berharap dapat memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat," katanya.
Noor juga menyoroti peran zakat sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi. Zakat memiliki potensi besar dalam meningkatkan taraf hidup mustahik.
"Melalui berbagai program prioritas dan program pemberdayaan ekonomi bagi mustahik yang dikelola oleh BAZNAS, zakat dapat menjadi motor penggerak ekonomi umat, dan akan dapat membantu mengentaskan kemiskinan, khususnya kemiskinan ekstrem," ujarnya.
Lebih lanjut, Noor mengungkapkan, BAZNAS telah menjalankan berbagai program pemberdayaan yang terbukti efektif dalam meningkatkan kesejahteraan mustahik.
"BAZNAS tidak hanya memberikan bantuan yang sifatnya konsumtif tapi juga bantuan produktif, kami punya program-program pemberdayaan UMKM dan ekonomi produktif seperti ZChicken, Zmart, ZAuto, dan ZCoffee, kami siap berbagi pengalaman dan bekerja sama dengan Kemenko PM untuk memperluas dampak positif program-program tersebut." tuturnya.
Selain itu, Noor menekankan, pemberdayaan mustahik melalui program-program yang terintegrasi dengan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) akan meningkatkan efektivitas penyaluran zakat.
"Kami berharap, dengan dukungan Kemenko PM, program-program BAZNAS dapat menjangkau lebih banyak mustahik dan memberikan dampak yang lebih signifikan," tutupnya.
Menanggapi hal tersebut, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Manusia RI, Abdul Muhaimin Iskandar, menjelaskan, Kemenko PM adalah salah satu dari tujuh kementerian koordinator yang dibentuk dalam Kabinet Merah Putih pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Kemenko PM memiliki peran utama dalam mengoordinasikan upaya pemberdayaan masyarakat dan pengentasan kemiskinan.
Menko PM Muhaimin menyambut baik inisiatif BAZNAS. Beliau mengatakan, "Kerja sama antara pemerintah dan lembaga seperti BAZNAS sangat penting dalam upaya pengentasan kemiskinan ekstrem. Dengan sinergi yang kuat, kita dapat mencapai target yang telah ditetapkan."
Muhaimin juga menekankan pentingnya data yang akurat dalam penyaluran bantuan. Penggunaan DTSEN sebagai acuan penyaluran bantuan atau zakat menjadi sangat penting. Dengan data yang valid, bantuan dapat tepat sasaran dan efektif.
"Kita sedang menuntaskan strategi penanggulangan kemiskinan, satu yang paling pokok dari strategi itu kan data, alhamdulillah kita sudah menuntaskan, begitu dilantik, Presiden Prabowo langsung instruksi pokoknya harus tunggal data, tidak ada tumpang tindih data, sekarang data kemiskinan kita setiap tiga bulan di-update, akurasinya terpelihara, tidak ada dua tiga data yang berbeda di kementerian yang berbeda, itu tahap pertama yang sudah kita tuntaskan dalam penanggulangan kemiskinan," jelasnya.
Muhaimin menambahkan, saat ini, sekitar 3,1 juta penduduk Indonesia masih tergolong miskin ekstrem. Mayoritas kepala rumah tangga dalam kategori ini adalah lulusan Sekolah Dasar (SD).
"Data ini menunjukkan urgensi untuk segera mengambil tindakan konkret dalam mengatasi permasalahan tersebut," ucapnya.
Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal dari kerja sama strategis antara BAZNAS RI dan Kemenko PM dalam upaya pengentasan kemiskinan ekstrem dan pemberdayaan mustahik di Indonesia.
Kontributor: Nova
Editor: YMK
BERITA21/04/2025 | Humas
Santri Perkuat Religiositas Warga di Balai Ternak BAZNAS Jember
Lima santri dari Pondok Pesantren Mikhrojul Ulum Jember melaksanakan kegiatan mengajar ngaji bagi anak-anak di lingkungan Balai Ternak BAZNAS Kabupaten Jember. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Santri Berdayakan Desa yang bertujuan untuk memperkenalkan ajaran agama Islam sejak dini serta memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk belajar Al-Qur'an.
Kegiatan dimulai pada pukul 15.00 WIB dengan sambutan antusias dari tujuh anak yang hadir. Para santri dengan tekun mengajarkan bacaan Al-Qur'an secara tartil serta memberikan pemahaman mengenai arti bacaan, doa sehari-hari, dan hafalan surat-surat pendek. Meski jumlah peserta tidak terlalu banyak, semangat mereka dalam mengikuti pembelajaran sangat tinggi.
Pelaksanaan kegiatan berlangsung di mushola dekat Balai Ternak BAZNAS yang terletak di Desa Jambearum, Kecamatan Sumberjambe, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Mushola ini biasa digunakan untuk berbagai aktivitas masyarakat dan menjadi tempat bagi anak-anak sekitar untuk memperoleh pembelajaran agama. Selain mengajarkan bacaan Al-Qur'an, santri juga menyisipkan pesan moral dan nilai-nilai akhlak agar anak-anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik di masa depan.
Program ini direncanakan akan berlangsung secara rutin setiap sore pukul 15.00 WIB dengan harapan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat sekitar.
Kontributor: Azra Salsabila
Editor: YMK
BERITA21/04/2025 | Humas
BAZNAS Trenggalek Gencarkan Kontrol Kesehatan Domba di Balai Ternak
Baru-baru ini, BAZNAS Kabupaten Trenggalek menerima laporan bulanan terkait perkembangan program Balai Ternak Barokah Farm BAZNAS Kabupaten Trenggalek. Laporan tersebut mencakup kegiatan pemberian pakan, vitamin, pengobatan, serta perawatan domba yang dilakukan setiap hari oleh anggota peternak. Dalam kesempatan ini, pimpinan BAZNAS Kabupaten Trenggalek mengapresiasi penuh upaya yang telah dilakukan dan memberikan motivasi kepada seluruh anggota peternak atas terealisasinya program tersebut.
Sebagai bagian dari upaya pemeliharaan kesehatan ternak, pendamping Balai Ternak bersama Mohtar melakukan treatment pemotongan kuku domba. Pemotongan dan pemeriksaan kuku secara rutin diperlukan untuk mencegah kepincangan serta menghindari infeksi yang dapat mengganggu kesehatan domba.
Selain pemotongan kuku, pengawasan kesehatan domba dilakukan setiap hari guna mencegah dan mengatasi penyakit yang berpotensi menurunkan produktivitas. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan peternak serta mendukung ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat di Kabupaten Trenggalek.
Kontributor: Azra Salsabila
Editor: YMK
BERITA21/04/2025 | Humas
Mahasiswa Beasiswa Cendekia BAZNAS UNINUS Gelar Pesantren 1000 Cahaya Ramadan
Mahasiswa penerima Beasiswa Cendekia Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI dari Universitas Islam Nusantara (UNINUS) menyelenggarakan program Pesantren 1000 Cahaya Ramadan yang bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi serta berbagi kebahagiaan di bulan suci Ramadan. Salah satu kegiatan dalam program tersebut adalah buka bersama dengan anak-anak Panti Yatim Indonesia (PYI) Cabang Ujung Berung.
Kegiatan yang dimulai pukul 15.00 WIB ini diawali dengan acara nonton bareng animasi Palestina yang bertujuan untuk menumbuhkan empati dan kesadaran sosial. Selanjutnya, diadakan lomba hafalan Al-Qur'an yang bertujuan mengasah kecintaan terhadap kalam Ilahi. Sebagai bagian dari rangkaian acara, peserta juga melaksanakan tadarus bersama untuk mengisi waktu menjelang berbuka dengan keberkahan.
Menjelang waktu magrib, acara dilanjutkan dengan buka puasa bersama dalam suasana penuh kebersamaan, yang diakhiri dengan shalat magrib berjamaah. Melalui kegiatan ini, mahasiswa Beasiswa Cendekia BAZNAS berharap dapat memberikan kebahagiaan serta mempererat hubungan sosial di tengah bulan Ramadan yang penuh berkah.
Program *Pesantren 1000 Cahaya Ramadan ini merupakan salah satu inisiatif positif yang didorong oleh semangat kebersamaan dan kepedulian, sebagai bagian dari upaya BAZNAS untuk membawa manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung anak-anak yatim dan dhuafa.
Kontributor: ZHARFAN
Editor: Ayu
BERITA21/04/2025 | Humas
BAZNAS Salurkan Zakat Fitrah untuk Warga Bangka Selatan
BAZNAS mendistribusikan zakat fitrah kepada masyarakat ekonomi rentan di Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, baru-baru ini. Bantuan berupa beras zakat fitrah disalurkan kepada 250 mustahik di Desa Gadung, Kecamatan Toboali.
Setiap mustahik menerima beras seberat 5 kilogram, yang diharapkan dapat meringankan kebutuhan pokok mereka. Pendistribusian ini menyasar masyarakat yang bekerja secara serabutan hingga lanjut usia yang tidak memiliki penghasilan tetap. Salah satu penerima manfaat, Nenek Dahrana, adalah seorang lansia yang menggantungkan hidupnya pada anaknya yang bekerja di kebun secara serabutan.
BAZNAS berharap zakat fitrah ini dapat memberikan manfaat luas bagi masyarakat yang membutuhkan, terutama dalam memenuhi kebutuhan pangan menjelang Hari Raya. Dengan adanya bantuan ini, diharapkan mustahik dapat merasakan keberkahan dan kebersamaan dalam menjalani bulan suci Ramadan.
Bantuan zakat fitrah ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam mendukung kesejahteraan umat dan memastikan distribusi zakat tepat sasaran sesuai dengan ketentuan syariat Islam. Pendistribusian zakat fitrah terus dilakukan di berbagai wilayah guna menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan.
Kontributor: Azra Salsabila
Editor: YMK
BERITA21/04/2025 | Humas
BAZNAS Gelar BTB Goes to School Ramadhan di 32 Sekolah
BAZNAS Tanggap Bencana menggelar kegiatan BTB Goes to School Ramadhan 1446 H di 32 sekolah yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan ini merupakan bagian dari program tematik Ramadhan yang bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan siswa dan guru terhadap potensi bencana.
Beberapa waktu lalu, tim BAZNAS Tanggap Bencana dari berbagai provinsi, termasuk Kalimantan Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta, serta kabupaten dan kota seperti Kuningan, Barru, Kulon Progo, Luwu Timur, Lumajang, Lebak, Trenggalek, Palopo, Maros, Bulukumba, Jombang, Bandung Barat, Tasikmalaya, dan Madiun, melaksanakan kegiatan ini di 17 titik sekolah. Secara keseluruhan, program ini akan terus dilaksanakan selama bulan Ramadhan di seluruh Indonesia.
Dalam kegiatan ini, para siswa dan guru diberikan edukasi tentang mitigasi bencana seperti gempa bumi, erupsi gunung berapi, dan banjir. Selain penyampaian materi, kegiatan ini juga mencakup simulasi evakuasi mandiri agar para peserta memahami langkah-langkah penyelamatan diri saat terjadi bencana.
Sebanyak 1.913 siswa dan guru dari berbagai sekolah ikut serta dalam kegiatan ini. Sekolah yang berpartisipasi antara lain SDN 20 Barru Mattirowalie di Barru, SDN 2 Nanggulan di Kulon Progo, SDN 210 Maliwowo, SDN 05 Nguter Pasirian di Lumajang, MA & MTS Mahyajatul Qurra' di Pontianak, SMPN 2 Rangkasbitung, SD Muhammadiyah II Palopo, serta berbagai sekolah lainnya yang tersebar di beberapa provinsi.
BTB Goes to School Ramadhan 1446 H diinisiasi oleh BAZNAS Tanggap Bencana RI dengan cakupan lebih luas, yaitu 310 sekolah di 31 titik seluruh Indonesia. Tujuan utama dari program ini adalah meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan siswa dan guru terhadap risiko bencana yang mungkin terjadi, terutama selama bulan Ramadhan.
Kontributor: Azra Salsabila
Editor: YMK
BERITA21/04/2025 | Humas
BAZNAS Hadirkan Posko Mudik 2025 dengan Pelayanan Kemanusiaan di 40 Titik Strategis
Pada tahun 2025, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) kembali mengadakan Pos Siaga Mudik untuk mendukung perjalanan para pemudik menuju kampung halaman. Tahun ini, BAZNAS menghadirkan 40 pos mudik yang tersebar di 10 provinsi di Indonesia, di antaranya Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Lampung, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Tengah.
Pelepasan Tim Siaga Pos Mudik BAZNAS dilaksanakan di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, pada Jumat, 21 Maret 2025. Acara tersebut dihadiri oleh Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., Wakil Ketua BAZNAS RI H. Mokhamad Mahdum, MIDEC, AK, CA, CPA, CWM, CGRCOP, GRCE, CHRP, serta jajaran lainnya. Dalam sambutannya, Prof. Noor Achmad menjelaskan bahwa Pos Siaga Mudik ini bertujuan memberikan dukungan kepada pemudik agar perjalanan mereka lebih aman dan nyaman sekaligus merespons situasi darurat yang mungkin terjadi.
"Kami ingin memberikan dukungan bagi para pemudik agar perjalanan mereka lebih aman dan nyaman," kata Kiai Noor. "Pemudik adalah Ibnu Sabil, mereka yang dalam perjalanan pulang ke kampung halaman untuk bertemu keluarga. Perjalanan ini bukan sekadar pulang kampung, tetapi juga memiliki nilai ibadah," tambahnya.
Sebanyak 300 personel dikerahkan untuk melayani para pemudik selama periode mudik dan balik, mulai 26 Maret hingga 7 April 2025. Tim ini terdiri dari 40 tenaga kesehatan, 8 tim kemanusiaan, serta 252 personel dari BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) dan relawan. Selain itu, BAZNAS juga mengerahkan 14 mobil BTB baru hasil kerja sama dengan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di berbagai daerah untuk meningkatkan pelayanan kemanusiaan.
Pos Siaga Mudik akan menyediakan berbagai layanan seperti tempat istirahat, dapur air, takjil gratis, fasilitas charger, pijat gratis, dan tambal ban. Di beberapa lokasi, bensin gratis juga akan diberikan kepada mustahik. Di posko terpadu utama, tersedia ruang laktasi, ruang ramah anak, serta fasilitas kesehatan dan informasi.
Tidak ketinggalan, fasilitas pembayaran zakat disediakan di pos-pos mudik bagi masyarakat yang ingin menunaikan kewajiban berzakat. Prof. Noor Achmad mengucapkan terima kasih kepada muzaki, munfiq, dan para dermawan yang telah berpartisipasi dalam program ini melalui BAZNAS. "Segala bantuan yang telah diberikan saat ini kami peruntukkan bagi mereka yang berada di jalan Ibnu Sabil dan fisabilillah. Insya Allah, keberkahan luar biasa akan menyertai," ujarnya.
BAZNAS juga menyiapkan posko di jalur utama Pulau Jawa, seperti Jalur Pantura, Jalur Tengah, Jalur Selatan, dan Jalur Alternatif, yang tersebar di berbagai titik strategis. Pada acara pelepasan ini, BAZNAS menerima lima unit mobil rescue dari sejumlah UPZ, termasuk UPZ Telkom, Bank Permata, Pupuk Indonesia, Bank Negara Indonesia, Bio Farma, dan Mandiri, untuk mendukung operasional di berbagai wilayah Indonesia.
Semoga para pemudik dapat merasakan manfaat dari fasilitas yang disediakan dan perjalanan mereka berlangsung lancar serta penuh keberkahan. Dengan langkah ini, BAZNAS terus menunjukkan dedikasi dalam melayani masyarakat dan memaksimalkan amanah zakat untuk kemaslahatan umat.
Kontributor: Nikita
Editor: YMK
BERITA21/04/2025 | Humas
Kolaborasi Strategis BAZNAS RI dan UNICEF Demi Masa Depan Anak Indonesia
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI memperkokoh sinergi dengan United Nations Children’s Fund (UNICEF) guna mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Kerja sama ini mencakup isu-isu penting seperti pendidikan, perlindungan anak, akses sanitasi air bersih, serta kesehatan. Diskusi kolaboratif ini berlangsung di Gedung BAZNAS, Jakarta Pusat, pada Kamis, 20 Maret 2025, menandai langkah baru pasca berakhirnya Nota Kesepahaman (MoU) yang berlangsung sejak 2017 hingga 2021.
Diskusi ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan Rizaludin Kurniawan, M.si, CFRM., Direktur Pengumpulan Fitriyansyah Agus Setiawan, Kepala Biro Koordinasi Kerja Sama Khuzaifah Hanum, dan Kepala Divisi Muzaki Prioritas Hafizah Elvira N. Dari UNICEF hadir Chief of Social Policy Yoshimi Nishino beserta tim, seperti Ali Mochtar, Sakti Herliyansah, dan Zezen Zaenal Mutaqin selaku konsultan kemitraan.
Rizaludin Kurniawan menyampaikan beberapa hal penting yang menjadi fokus kerja sama, seperti pendidikan untuk anak dari keluarga kurang mampu, penanganan stunting, serta upaya meningkatkan sanitasi air bersih. Ia menjelaskan, “BAZNAS mengupayakan program terkait perempuan dan anak-anak terus berjalan. Kita fokuskan pula untuk anak-anak penyandang disabilitas. Dengan itu kita mendorongnya melalui pengadaan Sekolah Cendikia BAZNAS dan Rumah Layak Huni.”
Kolaborasi ini juga akan memanfaatkan data dan riset guna memperluas distribusi hak anak melalui zakat dan sedekah. “Kita selalu berupayakan untuk memanfaatkan segala bentuk aspek pengumpulan, baik Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) melalui berbagai support baik secara langsung ataupun digital,” ujarnya.
Dari pihak UNICEF, Yoshimi Nishino menegaskan pentingnya keberlanjutan hubungan ini untuk menemukan inovasi dalam pengelolaan zakat, terutama untuk mengatasi isu kemiskinan anak dan stunting. “Saya rasa akan sangat bagus jika kolaborasi ini tetap berjalan dan misi untuk mengatasi stunting dan kemiskinan pada anak dapat teratasi,” tuturnya.
Diskusi ini juga membahas keberhasilan kerja sama di sejumlah daerah melalui kebijakan BAZNAS. Upaya ini diharapkan dapat membawa dampak jangka panjang yang signifikan terhadap masa depan anak-anak Indonesia, khususnya dalam mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup mereka. BAZNAS dan UNICEF berkomitmen melanjutkan kolaborasi demi kemaslahatan generasi mendatang.
Kontributor: Nikita
Editor: YMK
BERITA21/04/2025 | Humas
Potensi Zakat Fitrah 2025: Strategi BAZNAS RI Tingkatkan Pengelolaan dan Transparansi
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mengumumkan bahwa potensi zakat fitrah secara nasional pada tahun 2025 diperkirakan mencapai 604.813.992 ton beras, yang setara dengan Rp8 triliun. Perkiraan ini didasarkan pada rata-rata harga beras medium di setiap provinsi, yaitu Rp14.337 per kilogram, serta data Badan Pusat Statistik (BPS) mengenai populasi Muslim di Indonesia, yang mencapai 244,41 juta jiwa.
Dalam konferensi pers di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Jumat, 21 Maret 2025, BAZNAS mengungkapkan bahwa dari total populasi Muslim di Indonesia, sekitar 91,43 persen diperkirakan berada di atas garis kemiskinan. Dengan asumsi 1,34 persen dari populasi tersebut membayar zakat fitrah, jumlah beras yang terkumpul dapat mencapai ratusan ribu ton. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., hadir bersama jajaran lainnya untuk membahas strategi pengelolaan zakat fitrah tahun ini.
Pimpinan BAZNAS Bidang Perencanaan, Kajian, dan Pengembangan, Dr. Zainulbahar Noor, SE, M.Ec, menjelaskan bahwa zakat fitrah memiliki potensi besar untuk menjadi instrumen strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia menyatakan, "Jika dikelola dengan baik, zakat fitrah tidak hanya menjadi ibadah wajib, tetapi juga instrumen strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat."
Berdasarkan tren pertumbuhan zakat fitrah dari tahun 2021 hingga 2024, yang rata-rata meningkat sebesar 21,28 persen, proyeksi pengumpulan zakat fitrah pada tahun 2025 mencapai Rp631,77 miliar.
Zainulbahar menambahkan, optimalisasi pengelolaan, pemanfaatan teknologi digital, dan kolaborasi dengan lembaga zakat lain dapat meningkatkan angka ini hingga Rp758,13 miliar.
Zainulbahar juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap pengelolaan zakat agar dana dapat disalurkan sesuai ketentuan syariah. "Kami ingin memastikan bahwa setiap rupiah yang terhimpun memberikan manfaat nyata bagi mustahik," katanya. Masyarakat pun diimbau untuk membayar zakat fitrah melalui lembaga resmi agar distribusi dana lebih efektif dan akuntabel.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Kajian dan Pengembangan ZIS-DSKL BAZNAS RI, Muhammad Hasbi Zaenal, Ph.D., menambahkan bahwa Pulau Jawa tetap menjadi wilayah dengan potensi zakat fitrah terbesar. Lima provinsi yang memberikan kontribusi terbesar adalah Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, DKI Jakarta, dan Banten, dengan total potensi lebih dari Rp5 triliun.
Hasbi juga memaparkan upaya BAZNAS dalam meningkatkan transparansi dan akuntabilitas, termasuk melalui penerapan PSAK 409, kewajiban UPZ menyusun laporan keuangan konsolidasi, dan kolaborasi dengan tokoh masyarakat setempat. "Kami juga akan memperluas pemanfaatan teknologi digital dalam pembayaran zakat," ujarnya. Dengan langkah ini, BAZNAS berkomitmen untuk terus mendukung masyarakat dalam menunaikan kewajiban berzakat dengan lebih mudah dan aman.
Kontributor: Nikita
Editor: YMK
BERITA21/04/2025 | Humas
Kolaborasi BAZNAS RI dan Flip: Mempermudah Generasi Muda Menunaikan Zakat Melalui Teknologi Digital
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI berkolaborasi dengan aplikasi Flip, platform teknologi finansial, untuk meluncurkan layanan pembayaran zakat, infak, dan sedekah (ZIS) berbasis digital. Tujuannya adalah memberikan kemudahan bagi generasi muda agar dapat menunaikan ZIS dengan lebih praktis, aman, dan transparan.
Peluncuran layanan ini dilakukan di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, baru-baru ini, dengan dihadiri oleh Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., dan CEO & Founder Flip, Rafi Putra Arriyan, beserta jajaran.
Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS RI, Prof. Noor Achmad, menjelaskan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan literasi serta inklusi keuangan syariah di Indonesia. “BAZNAS terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam menunaikan zakat dan sedekah. Kolaborasi dengan Flip ini diharapkan dapat memperluas akses masyarakat, terutama generasi muda dan masyarakat urban, dalam menunaikan kewajiban mereka dengan lebih mudah dan efisien," ujarnya.
Kiai Noor juga menekankan bahwa layanan digital ini sejalan dengan tren digitalisasi zakat. "Kami ingin memastikan bahwa setiap Muslim dapat menunaikan zakat dengan praktis, aman, dan sesuai syariat. Kemitraan dengan Flip menjadi langkah strategis dalam menghadirkan layanan ZIS digital yang terpercaya dan terintegrasi," katanya.
Selain itu, Kiai Noor optimistis bahwa kemudahan akses pembayaran zakat melalui Flip dapat meningkatkan penghimpunan dana ZIS nasional. “Setiap dana yang masuk ke BAZNAS melalui Flip akan dikelola dengan prinsip 3A: Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman Konstitusi. Dengan demikian, para muzaki bisa tenang karena dana mereka benar-benar tersalurkan kepada yang berhak,” tuturnya.
CEO Flip, Rafi Putra Arriyan, menambahkan bahwa kolaborasi ini mendukung visi Flip untuk memberikan layanan keuangan yang fair dan dapat diakses semua lapisan masyarakat. Berdasarkan data internal, fitur “Beramal Bersama Flip” mencatat peningkatan transaksi dua kali lipat dalam satu tahun terakhir, terutama pada bulan Ramadan. “Ke depan, kami berharap dapat terus memperluas kolaborasi dengan BAZNAS untuk menjangkau masyarakat Indonesia di luar negeri melalui fitur remitansi kami,” ujarnya.
Dengan hadirnya layanan ini, masyarakat dapat dengan mudah menunaikan zakat fitrah, zakat mal, infak, dan sedekah melalui aplikasi Flip. Langkah-langkah pembayaran mencakup membuka aplikasi Flip, memilih menu beramal, memilih Zakat/Sedekah, memilih BAZNAS, memasukkan nominal, mengklik bayar, dan melakukan konfirmasi pembayaran. Kemudahan ini diharapkan memberikan dampak positif bagi masyarakat dan mendorong peningkatan kesejahteraan umat.
Kontributor: Nikita
Editor: YMK
BERITA21/04/2025 | Humas
Program Masjid dan Musala Berseri 2025: Meningkatkan Kenyamanan Ibadah di Seluruh Indonesia
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali meluncurkan program Masjid dan Mushala Berseri pada Ramadhan 1446 H/2025 M, yang bertujuan meningkatkan kenyamanan rumah ibadah di berbagai wilayah Indonesia. Program ini mencakup perbaikan dan renovasi di 50 masjid dan musala yang tersebar di delapan provinsi dan 18 kabupaten/kota, termasuk Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sulawesi Selatan, Lampung, dan Nusa Tenggara Timur.
Peluncuran program ini berlangsung di Kantor Bupati Bandung Barat, Jawa Barat, baru-baru ini. Acara dihadiri oleh Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA., Asisten Daerah III Provinsi Jawa Barat, Drs. Kusmana Hartadji, MM., Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Barat, Dr. H. Anang Jauharuddin, M.M.Pd., Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Islmail, dan jajaran pemerintah setempat.
Saidah Sakwan, MA., menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk kepedulian BAZNAS terhadap kondisi rumah ibadah, terutama di wilayah pedesaan dan terpencil. “Pada bulan Ramadhan, kebutuhan akan masjid dan musala yang bersih dan nyaman menjadi prioritas. Kami berharap program ini dapat meningkatkan kualitas ibadah umat Islam di daerah yang membutuhkan,” ucapnya.
Ia menambahkan bahwa program ini selaras dengan visi BAZNAS sebagai lembaga yang bertujuan menyejahterakan umat. “Kami ingin memberikan rasa aman dan nyaman bagi para jemaah sehingga mereka dapat beribadah dengan khusyuk di bulan Ramadhan. Program ini juga merupakan bagian dari syiar dakwah zakat yang terus diperluas oleh BAZNAS,” lanjutnya.
Program Masjid dan Musala Berseri melibatkan mitra strategis dari berbagai sektor, termasuk masyarakat luas, untuk mendukung kegiatan renovasi. Berkat kolaborasi antara BAZNAS RI, pemerintah daerah, dan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), program ini juga bertujuan memperkuat modal sosial masyarakat.
Renovasi yang dilakukan meliputi perbaikan ringan, seperti atap, dinding, lantai, tempat wudhu, hingga penggantian karpet dan pembersihan AC. Selain itu, diberikan pula Al-Quran serta peningkatan fasilitas sanitasi. Program ini berlangsung dari 10 Februari hingga 30 April 2025, demi memastikan masjid dan musala menjadi tempat ibadah yang bersih, sejuk, dan layak.
Asisten Daerah III Provinsi Jawa Barat, Drs. Kusmana Hartadji, MM., mengapresiasi langkah BAZNAS ini. Ia menyatakan, “Kami sangat mendukung program ini karena membantu banyak masjid dan musala, khususnya di daerah terpencil. Kami berharap kolaborasi ini terus berlanjut sehingga lebih banyak masyarakat yang bisa beribadah dengan nyaman, terutama di bulan Ramadhan.”
Dengan catatan keberhasilan pada 2022–2024, di mana BAZNAS telah merenovasi 100 masjid dan musala, program ini diharapkan menjadi pusat kegiatan syiar Islam dan mendukung program penguatan ekonomi berbasis masjid di masa depan.
Kontributor: Nikita
Editor: YMK
BERITA21/04/2025 | Humas
BAZNAS RI Dakwah Inklusif ke Disabilitas Rungu Wicara
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan dakwah yang inklusif melalui program Pesantren Jalan Cahaya. Program ini dirancang khusus untuk memberikan akses pendidikan agama bagi penyandang disabilitas sensorik rungu wicara, sehingga mereka dapat lebih mudah memahami ajaran Islam.
Program ini menyasar 1.500 peserta yang tersebar di beberapa pesantren dan komunitas di wilayah Jabodetabek. Baru-baru ini, salah satu kegiatan dalam program tersebut digelar di Jakarta Selatan, dengan diikuti oleh 100 peserta, sebagian besar dari mereka adalah penyandang disabilitas yang ingin mendalami ilmu agama. Kegiatan ini berlangsung atas kerja sama BAZNAS dengan Majelis Ta'lim Tuli Indonesia (MTTI).
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, M.A., menegaskan bahwa program ini bukan sekadar tempat belajar, tetapi juga jembatan bagi komunitas tuli untuk memahami agama dengan lebih baik.
"Melalui program ini, peserta mendapatkan pembelajaran akhlak, fiqih, serta Al-Qur’an dalam bahasa isyarat. Ini adalah bagian dari upaya BAZNAS dalam memastikan bahwa setiap individu, termasuk penyandang disabilitas, memiliki kesempatan yang sama untuk memperdalam ilmu agama," ujar Saidah.
Selain itu, Saidah juga menekankan bahwa program ini merupakan langkah nyata dalam menciptakan lingkungan keagamaan yang lebih ramah dan inklusif.
"Kami ingin memastikan bahwa mereka yang memiliki keterbatasan fisik tetap mendapatkan hak yang sama dalam akses pendidikan agama. BAZNAS akan terus memperluas program ini agar semakin banyak saudara-saudara tuli yang bisa belajar dan memahami ajaran Islam dengan lebih baik," tambahnya.
Sebagai bentuk dukungan, BAZNAS juga memberikan bantuan simbolis kepada Majelis Ta’lim Tuli Indonesia (MTTI) berupa 100 Paket Ramadhan Bahagia, serta program pemberdayaan untuk meningkatkan kualitas hidup peserta.
Dengan mengusung semangat "Menyinari Hati dan Menebar Ilmu", program ini diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang bagi penyandang disabilitas untuk berpartisipasi aktif dalam kehidupan keagamaan dan sosial.
Kontributor: Fikri
Editor: YMK
BERITA21/04/2025 | Humas
BAZNAS RI Gelar Trauma Healing Anak Pengungsi Palestina di Yordania
Sebagai bentuk kepedulian terhadap anak-anak Palestina yang tengah berjuang melawan kanker di tengah situasi sulit, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mengadakan program trauma healing bertajuk Peaceful Soul di Yordania. Program ini memberikan pendampingan psikososial bagi 100 anak pengungsi Palestina penderita kanker yang berada di King Hussein Cancer Foundation and Center (KHCC), Amman, Yordania.
Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama BAZNAS dengan PPI Dunia serta Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (HPMI) Yordania. Berbagai aktivitas edukatif dan hiburan disajikan, seperti menggambar, bermain, serta sesi motivasi, yang disambut dengan antusias oleh anak-anak peserta program.
Wakil Ketua BAZNAS RI, Mokhamad Mahdum, menegaskan bahwa program ini bertujuan untuk memberikan harapan serta kebahagiaan bagi anak-anak yang mengalami dampak perang dan penyakit yang mereka derita.
"Anak-anak Palestina yang sedang berjuang melawan kanker tidak hanya membutuhkan perawatan medis, tetapi juga dukungan psikologis. Kami ingin menghadirkan ruang bagi mereka untuk merasakan kembali keceriaan dan rasa aman meskipun berada di situasi sulit," ujar Mahdum.
Ia juga menambahkan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan BAZNAS dalam memberikan bantuan kemanusiaan bagi rakyat Palestina.
"Konflik yang berkepanjangan telah menghilangkan banyak momen berharga dari masa kecil mereka. Oleh karena itu, kami ingin memastikan mereka tetap mendapatkan perhatian, kasih sayang, dan kesempatan untuk bermimpi dan memiliki harapan," tambahnya.
Mahdum menegaskan bahwa BAZNAS akan terus berkontribusi dalam meringankan penderitaan rakyat Palestina melalui berbagai bentuk bantuan, baik medis, pendidikan, maupun pendampingan psikososial seperti trauma healing ini.
"Zakat tidak hanya sebatas bantuan ekonomi, tetapi juga bentuk kepedulian sosial dan kemanusiaan. Kami ingin memastikan bahwa saudara-saudara kita di Palestina tetap mendapatkan dukungan yang mereka butuhkan," jelasnya.
Selain itu, Mahdum mengapresiasi sinergi dengan berbagai pihak yang telah membantu dalam pelaksanaan program ini.
"Kami berterima kasih kepada PPI Dunia dan HPMI Yordania yang telah mendukung jalannya kegiatan ini. Kolaborasi ini membuktikan bahwa kepedulian terhadap Palestina bisa dilakukan oleh siapa saja dan di mana saja," katanya.
Lebih lanjut, ia mengajak masyarakat Indonesia untuk terus berpartisipasi dalam berbagai program kemanusiaan BAZNAS bagi Palestina.
"Setiap bantuan yang diberikan memiliki arti besar bagi mereka yang membutuhkan. Mari terus berbagi dan memberi harapan baru bagi anak-anak Palestina," tutupnya.
Salah satu peserta program, Ahmad (10), seorang anak pengungsi Palestina dari Gaza Utara yang tengah menjalani pengobatan kanker, mengungkapkan rasa bahagianya dapat mengikuti kegiatan ini.
"Saya senang bisa bermain dan tertawa lagi bersama teman-teman. Rasanya seperti kembali ke rumah," ucapnya penuh semangat.
Ia juga menyampaikan harapannya untuk segera sembuh dan bisa pulang ke Palestina.
"Saya ingin cepat sembuh dan kembali ke rumah. Terima kasih kepada semua orang yang telah peduli dengan kami," tambahnya.
Melalui program trauma healing ini, BAZNAS terus berupaya menghadirkan harapan bagi anak-anak Palestina yang menghadapi kesulitan akibat konflik dan penyakit. Kehangatan serta perhatian yang diberikan menjadi dorongan bagi mereka untuk tetap bertahan dan terus berjuang.
Kontributor: Fikri
Editor: YMK
BERITA21/04/2025 | Humas

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Singkawang.
Lihat Daftar Rekening →