WhatsApp Icon
BAZNAS RI Sediakan Hidangan Berbuka Palestina di Gaza, Al-Quds, dan Tepi Barat

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyalurkan bantuan kemanusiaan melalui program Hidangan Berbuka Palestina sebanyak 1.150 paket bantuan makanan berbuka puasa untuk warga Palestina di Jalur Gaza, Al-Quds, dan Tepi Barat.

Bantuan Hidangan Berbuka Palestina tersebut disalurkan melalui lembaga Althouri-Silwan Women's Center (AWC). Selain bantuan Hidangan Berbuka Palestina, BAZNAS juga menyiapkan bantuan Paket Baju Lebaran, Paket Ramadhan Bahagia, serta Hadiah Lebaran bagi masyarakat Palestina.

Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyampaikan, program tersebut hadir sebagai wujud kepedulian masyarakat Indonesia terhadap warga Palestina yang tengah menghadapi berbagai kesulitan akibat konflik dan blokade yang berkepanjangan.

“BAZNAS bekerja sama dengan lembaga lokal di Gaza, Althouri-Silwan Women's Center (AWC), menyalurkan paket berbuka bagi warga Palestina di di Gaza. Semoga bantuan ini dapat membantu umat Muslim di sana menjalankan ibadahnya dengan baik,” ujar Kiai Noor di Jakarta, baru baru ini.

Kiai Noor menyampaikan, bantuan yang berasal dari rakyat Indonesia yang diamanahkan melalui BAZNAS ini diharapkan dapat membantu meringankan beban rakyat Palestina yang tertindas, terlebih saat ini sedang dalam bulan suci Ramadhan.

“Kami berharap langkah kecil ini dapat memberikan sedikit kebahagiaan dan harapan bagi mereka di tengah situasi yang sulit. Bantuan ini juga menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya rasa syukur dan kepedulian terhadap sesama,” ucap Kiai Noor.

“BAZNAS juga akan mengirimkan baju lebaran, karena sekarang musim dingin di Gaza supaya bisa hidup dengan hangat dan nyaman. Kemudian paket Ramadhan Bahagia di Palestina untuk warga Gaza berisi sembako khas di Gaza,” katanya.

Sementara itu, Ketua Satgas Palestina yang juga Wakil Ketua BAZNAS RI, Mo Mahdum mengajak masyarakat Indonesia untuk terus memberikan bantuan untuk rakyat Palestina, terutama saat ini sedang dalam bulan suci Ramadhan.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus meningkatkan kepedulian dan partisipasi dalam membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan, terutama di Palestina,” kata Mo Mahdum.

Kontributor : Lulu Fatimah Azzahra

Editor : Mas

21/04/2025 | Kontributor: Humas
BAZNAS RI Bersama PT Pegadaian Perkuat Kolaborasi Layanan Zakat dan Investasi Syariah

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama PT Pegadaian kembali memperkuat kerja sama untuk melayani pembayaran Zakat, melalui investasi yang berkah dan sesuai syariat Islam.

Kolaborasi BAZNAS bersama Pegadaian telah berlangsung selama lima tahun terakhir di mana kerja sama ini meliputi investasi yang tidak hanya menguntungkan secara finansial, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat luas, khususnya dalam konteks zakat.

Turut hadir di dalam Talk Show "Investasi Berkah Masa Depan Cerah" yang dihadiri Kepala Divisi Pengumpulan Retail BAZNAS RI Arief Budiman dan Deputi Bisnis Kantor Area Tanjung Priok PT Pegadaian Mudayati di AEON Mall Jakarta Garden City, baru baru ini.

Kepala Divisi Pengumpulan Retail BAZNAS, Arief Budiman menyampaikan investasi yang berkah pertama-tama harus memperhatikan objek yang diinvestasikan dan investasi yang berkah adalah yang tidak hanya menguntungkan bagi individu, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

“Investasi yang sesuai dengan syariat Islam tidak melibatkan barang yang bertentangan dengan aturan dalam Islam. Selain itu, tujuan dari investasi juga harus jelas dan halal,” ujar Arief.

Selanjutnya, Arief mengungkapkan salah satu bentuk investasi yang berkah, berupa investasi dalam bentuk emas melalui PT Pegadaian Indonesia, yang memberikan akses kepada masyarakat untuk berinvestasi dengan cara yang sesuai syariat, termasuk adanya pengelolaan zakat di dalamnya.

“Berinvestasi dalam bentuk emas dengan mekanisme yang sesuai dengan prinsip syariah, termasuk adanya pengelolaan zakat yang terintegrasi. Gambarannya seperti, jika seorang investor membeli emas dan mencapai nisab zakat, dia dapat langsung menunaikan zakatnya melalui Pegadaian, tanpa perlu keluar dari sistem Pegadaian,” ujarnya.

“Para investor yang ada di Pegadaian, ini insya Allah bisa juga menyebarkan manfaat atas investasinya kepada masyarakat luas. Contohnya seperti dengan mengikuti program-program unggulan BAZNAS dalam memberikan bantuan kepada para mustahik. Dapat melalui pemberdayaan ZAuto seperti kisah Pak Mahmudin, atau menyalurkannya menjadi Beasiswa Pendidikan BAZNAS yang sudah tersebar diseluruh Indonesia,” ungkap Arief.

Secara terpisah Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan Rizaludin Kurniawan M.Si. menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan bersama Pegadaian ini. Menurutnya, acara ini sangat penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berzakat, juga meningakatkan literasi terkait investasi syariah.

"Insya Allah BAZNAS terus berupaya memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk menunaikan ZIS melalui berbagai platform termasuk di Pegadaian. BAZNAS juga akan memastikan dana yang dititipkan dapat disalurkan secara tepat sasaran bagi kesejahteraan mustahik," ucapnya.

Pada kesempatan yang sama, Deputi Bisnis Kantor Area Tanjung Priok PT Pegadaian Mudayati, menyampaikan, Pegadaian memiliki produk investasi yang benar-benar sesuai dengan syariah Islam.

“Di Pegadaian, kita punya produk syariah namanya MULIA (Murabahah Logam Mulia untuk Investasi Abadi). MULIA ini wujudnya investasi emas yang tidak hanya sesuai dengan syariat, tetapi juga merupakan instrumen investasi yang abadi, sebagaimana yang diajarkan dalam agama Islam, boleh melakukan pembayaran menggunakan emas,” ujar Mudayati.

Selanjutnya, Mudayati menekankan bahwa Pegadaian memisahkan antara investasi syariah dengan investasi konvensional. Serta menerangkan bahwa Pegadaian sudah melalui proses pengkajian syariah.

“Kami juga membedakan investasi syariah ini dari investasi konvensional. Dalam investasi syariah di Pegadaian, masyarakat dapat berinvestasi dalam emas dengan skema cicilan yang sesuai dengan syariah. Selain itu kita sudah mengkaji bersama Dewan Syariah Nasional dan Dewan Pengawas Syariah, sehingga dapat dipastikan bahwa skema investasi ini sepenuhnya sesuai dengan prinsip syariah Islam,” ujarnya.

“Kami berharap bahwa kolaborasi dengan BAZNAS ini dapat memberikan dampak yang lebih luas. tidak hanya bagi individu yang berinvestasi, tetapi juga bagi pemberdayaan ekonomi umat, khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui zakat, sehingga dapat menciptakan lebih banyak muzaki yang dapat memberikan kontribusi positif bagi kemajuan umat ,” ucapnya.

Kontributor : Lulu Fatimah Azzahra

Editor : Mas

21/04/2025 | Kontributor: Humas
Layanan Zakat Kini Semakin Mudah, BAZNAS dan BCA Jalin Kerja Sama Digital

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menggandeng PT Bank Central Asia Tbk (Bank BCA) untuk menghadirkan kemudahan dalam menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui aplikasi myBCA. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya mendukung Gerakan Cahaya Zakat serta memperluas akses pembayaran ZIS secara digital.  

Penandatanganan kerja sama ini dilakukan di Kantor BAZNAS RI, Jakarta, beberapa waktu lalu, dengan melibatkan Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., serta Direktur Bank BCA John Kosasih dan Antonius Widodo Mulyono.  

Menurut Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, kemitraan ini merupakan strategi untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam menunaikan kewajiban dan ibadah mereka melalui platform digital yang praktis dan efisien.  

“Penggunaan platform digital dalam transaksi keuangan telah menjadi kebutuhan yang tak terelakkan. Oleh karena itu, BAZNAS bersama BCA berinisiatif memanfaatkan platform myBCA untuk memfasilitasi masyarakat dalam menyalurkan ZIS dengan lebih mudah dan cepat,” ujar Kiai Noor.

Ia juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi dalam layanan keuangan, sehingga masyarakat dapat menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah dengan cara yang lebih mudah dan cepat.  

Kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran serta partisipasi masyarakat dalam berzakat dan berdonasi secara digital. Dengan akses yang lebih luas dan proses pembayaran yang semakin sederhana, pengumpulan dana ZIS berpotensi meningkat. Hal ini akan mendukung lebih banyak program sosial dan pemberdayaan yang dijalankan oleh BAZNAS demi kesejahteraan umat.  

“Dengan semakin mudahnya akses dan proses penyaluran ZIS, diharapkan pengumpulan dana ZIS akan meningkat, sehingga lebih banyak lagi program-program sosial dan pemberdayaan yang dapat dijalankan oleh BAZNAS untuk kesejahteraan umat,” ucap Kiai Noor.

Dari sisi Bank BCA, John Kosasih menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen mendukung Gerakan Cahaya Zakat dengan menyediakan layanan pembayaran ZIS melalui berbagai produk dan fitur yang ada. Sebelumnya, kerja sama antara BCA dan BAZNAS sudah berjalan melalui layanan BCA Virtual Account dan transfer bank. Kini, opsi pembayaran semakin diperluas melalui fitur baru dalam aplikasi myBCA.  

“Kini, BCA memperluas layanan tersebut dengan menghadirkan opsi pembayaran zakat, infak, dan sedekah via BAZNAS di fitur “bayar dan isi ulang” aplikasi myBCA. Langkah ini bertujuan untuk mendukung BAZNAS dalam meningkatkan layanan transaksi ZIS dengan solusi digital yang aman, nyaman, mudah, dan dapat diakses luas,” kata John Kosasih.

Pembayaran zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS via myBCA bisa dilakukan dengan cara sebagai berikut:

1. Nasabah masuk ke dalam aplikasi myBCA

2. Pilih fitur “bayar dan isi ulang”

3. Pilih fitur “Donasi & Zakat” dari submenu “Layanan Sosial”

4. Pilih “BAZNAS”

5. Isi detail zakat/infak/sedekah yang hendak dikirim

6. Selesaikan pembayaran

“Kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS serta seluruh pihak yang telah mendukung terwujudnya kolaborasi ini. BCA mengajak seluruh nasabah menjadikan kemudahan ini sebagai kesempatan untuk berbagi dan berbuat baik. Dengan hanya beberapa langkah mudah di myBCA, kita dapat berkontribusi dalam menolong sesama dan ikut serta dalam upaya menciptakan kesejahteraan sosial,” ujar John Kosasih.

Dengan hadirnya layanan ini, nasabah dapat menyalurkan zakat, infak, dan sedekah hanya dalam beberapa langkah sederhana di aplikasi myBCA. Bank BCA berharap kemudahan ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berbagi dan berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan sosial.

Kontributor: Raeihan Ramadhan 

Editor: Mas

21/04/2025 | Kontributor: Humas
Kolaborasi BAZNAS RI dan Kao Indonesia Gelar Santunan Yatim

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Kao Indonesia menyelenggarakan edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta santunan bagi anak yatim di Masjid Istiqlal, Jakarta. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya bersama dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kebersihan, khususnya selama bulan Ramadan.

Sebagai bagian dari rangkaian program #KaoBERSINAR, inisiatif ini mencakup distribusi produk detergen Attack Jaz1 untuk 40 masjid di wilayah Jabodetabek, serta edukasi PHBS yang diharapkan dapat membentuk kebiasaan hidup bersih dan sehat sejak dini bagi anak-anak yatim.

Acara ini dihadiri oleh Direktur Pendayagunaan dan Penyaluran UPZ dan CSR BAZNAS RI, Eka Budhi Sulistyo, yang mewakili Deputi II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS RI, Dr. HM Imdadun Rahmat, M.Si. Turut hadir Kabid Sosial dan Pemberdayaan Umat Masjid Istiqlal, KH. Abu Hurairah Abd. Salam, Lc, MA, serta Associate Vice President Legal, Compliance, Industrial Relations, dan Corporate Communications PT Kao Indonesia, Wisik Restu.

Deputi II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS RI, Dr. HM Imdadun Rahmat, M.Si, menyampaikan bahwa kerja sama dengan Kao Indonesia di bulan Ramadan ini menjadi langkah nyata dalam mendukung masyarakat, terutama anak-anak yatim.

"Saya sangat mengapresiasi kolaborasi sinergis yang kembali terjalin antara Kao Indonesia dan BAZNAS dalam rangkaian kegiatan di bulan Ramadan ini. Semoga kerja sama ini terus berlanjut dan dapat memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang membutuhkan," ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa edukasi mengenai kebersihan sangat penting untuk diterapkan sejak dini agar anak-anak terbiasa menjaga kesehatan diri dan lingkungannya.

"Melalui edukasi PHBS ini, kami ingin mendorong anak-anak sejak dini untuk memahami pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan, sehingga nantinya mereka dapat tumbuh dengan pola hidup sehat yang lebih baik," jelasnya.

Sementara itu, Associate Vice President Legal, Compliance, Industrial Relations, dan Corporate Communications PT Kao Indonesia, Wisik Restu, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari kontribusi sosial perusahaan dalam menciptakan kehidupan yang lebih sehat bagi masyarakat Indonesia.

"Kegiatan ini menjadi wujud nyata misi Kao Indonesia untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia. Kami berharap, melalui kegiatan ini, tubuh yang bersih dan sehat serta alat salat yang harum dan nyaman dapat menambah kenyamanan dalam beribadah, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat," ujarnya.

Ia juga mengapresiasi sinergi dengan BAZNAS RI yang telah membantu menyukseskan kegiatan ini.

"Dengan kolaborasi sinergis bersama BAZNAS yang memiliki kesamaan nilai dengan Kao Indonesia, kami yakin dapat memberikan manfaat dan dampak positif bagi masyarakat untuk terus menerapkan kebiasaan hidup bersih dan sehat di keseharian mereka, terutama di bulan Ramadan ini," ucapnya.

Melalui kegiatan ini, BAZNAS RI dan Kao Indonesia berharap dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya hidup bersih dan sehat sejak dini.

Kontributor: Najwa Najihah

Editor: YMK

21/04/2025 | Kontributor: Humas
Prof. Nadra,  Zakat Pilar Kesejahteraan Umat

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali menegaskan urgensi zakat sebagai pilar kesejahteraan umat dan instrumen sosial yang menghubungkan muzaki, amil, dan mustahik dalam upaya meningkatkan kesejahteraan umat. Hal ini ditekankan melalui program yang mengusung semangat kolaborasi dalam ekosistem zakat yang berkelanjutan.  

Dalam sebuah diskusi bertajuk Pengajian Berbagi Ilmu Berbagi Pengalaman, yang disiarkan secara daring melalui kanal Youtube BAZNAS TV pada baru-baru ini, berbagai pemangku kepentingan dalam pengelolaan zakat hadir untuk membahas peran zakat di bulan Ramadhan serta tantangan yang dihadapi dalam menyalurkan manfaatnya kepada masyarakat yang membutuhkan.  

Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional, Prof. Ir. Nadratuzzaman Hosen, MS., M.Ec, Ph.D., menekankan bahwa zakat bukan hanya kewajiban keagamaan, tetapi juga memiliki dampak besar dalam aspek ekonomi dan sosial. Ia menjelaskan bahwa dalam ekosistem zakat, setiap pihak memiliki peran strategis.  

“Tema kita hari ini adalah nilai spiritual Ramadhan menghidupkan cahaya zakat bagi muzaki, amil, dan mustahik untuk saling bersinergi dalam wujudkan kesejateraan umat. Ini berkaitan erat dengan tagline kita, dan kita ingin memberikan pencerahan tentang makna sebenarnya dari Cahaya Zakat,” ujar dia.

"Muzaki sebagai pemberi zakat memiliki tanggung jawab untuk menunaikan kewajibannya, amil sebagai perantara bertugas menyalurkan dan mengelola zakat dengan amanah, sedangkan mustahik menerima manfaat zakat yang kemudian dapat mendorong mereka keluar dari lingkaran kemiskinan," jelas dia.

Lebih lanjut, ia menyoroti kondisi ekonomi saat ini yang diwarnai oleh berbagai tantangan, seperti meningkatnya angka pemutusan hubungan kerja (PHK) dan usaha yang terpaksa gulung tikar. Namun, semangat berbagi tetap terjaga, sebagaimana terlihat dari tren peningkatan pengumpulan zakat bahkan di masa-masa sulit.  

“Kita pernah menghadapi pandemi COVID-19, tetapi Alhamdulillah, pengumpulan zakat tetap meningkat. Ini menunjukkan bahwa semangat berbagi tetap tumbuh di tengah kesulitan,” tambah dia.

“Mari kita jadikan zakat sebagai cahaya yang menerangi kehidupan kita dan membawa keberkahan bagi seluruh umat,” ucap dia.

Senada dengan hal itu, Kepala LSP BAZNAS RI, Dr. Muhammad Choirin M.A., menegaskan pentingnya peran amil dalam memastikan zakat tersalurkan secara efektif. Ia menjelaskan bahwa amil tidak hanya bertugas sebagai perantara dalam distribusi zakat, tetapi juga bertanggung jawab memastikan bahwa manfaat zakat benar-benar mampu mengangkat mustahik dari kondisi kesulitan ekonomi.  

“Sebagai pengelola zakat, amil memiliki peran penting dalam menyalurkan harta umat kepada mereka yang berhak, sehingga membawa manfaat besar bagi masyarakat,” kata Choirin.

Selain itu, zakat juga memberikan dampak spiritual bagi muzaki, di mana dengan menunaikannya, mereka memperoleh ketenangan batin dan keberkahan dalam kehidupan. Di sisi lain, bagi mustahik, zakat menjadi sumber harapan untuk kehidupan yang lebih baik, membantu mereka keluar dari kesulitan ekonomi, mendapatkan pendidikan, serta meningkatkan taraf hidup mereka.  

Dari sisi muzaki, lanjutnya, zakat memberikan berbagai manfaat spiritual. “Bagi muzaki, zakat adalah jalan mencapai keberkahan hidup, baik di dunia maupun akhirat. Zakat menjadi penghapus dosa dan pembawa ketenangan hati,” ungkap Choirin.

Dari sisi lain bagi mustahik, kata Choirin, zakat adalah cahaya harapan untuk kehidupan yang lebih baik. “Melalui zakat, banyak mustahik yang dientaskan dari kemiskinan, memperoleh pendidikan, dan memperbaiki kondisi ekonomi mereka,” ungkap Choirin.

Melalui sinergi antara muzaki, amil, dan mustahik, zakat diharapkan dapat menjadi pilar utama dalam membangun kesejahteraan yang berkelanjutan bagi seluruh umat.

“Bantuan zakat tidak hanya mengurangi beban materi, tetapi juga memberikan kedamaian dan harapan baru dalam hidup. Ini mengingatkan bahwa ada hubungan spiritual yang kuat antara muzaki dan mustahik, yakni saling membantu dalam kebaikan,” ucap dia.

Kontributor: Raeihan Ramadhan 

Editor: YMK

21/04/2025 | Kontributor: Humas

Berita Terbaru

BAZNAS RI Fasilitasi Mudik Gratis bagi 850 Guru Ngaji dan Marbot Masjid
BAZNAS RI Fasilitasi Mudik Gratis bagi 850 Guru Ngaji dan Marbot Masjid
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali menyelenggarakan program mudik gratis bagi masyarakat kurang mampu. Tahun ini, sebanyak 850 peserta yang terdiri dari marbot masjid, guru ngaji, pendakwah, serta pekerja sektor informal diberangkatkan dari Gedung BAZNAS RI, Jakarta, pada Rabu (26/3/2025). Sebanyak 17 bus telah disiapkan untuk mengantar para pemudik menuju kampung halaman mereka melalui dua rute utama, yaitu jalur pantai utara dan jalur selatan. Kota tujuan dalam program ini mencakup 26 wilayah di Provinsi Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Program Mudik Bahagia Bersama BAZNAS ini terselenggara berkat dukungan dari sejumlah mitra, di antaranya Paragon Corp, Wafello, Sucofindo, MERDEKA Copper Gold, Asuransi Jiwa Syariah, Wipol, dan Smart Finance. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, memimpin langsung pelepasan para peserta mudik bersama sejumlah pejabat dari BAZNAS dan mitra korporasi, termasuk Wakil Ketua BAZNAS RI Mokhamad Mahdum, SE, MIDEc, Ak, CA, CPA, CWM., serta perwakilan dari PT Smart Finance, Asuransi Jiwa Syariah, Unilever Indonesia Wipol, dan PT Paragon Technology and Innovation. Dalam sambutannya, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya BAZNAS untuk membantu para Ibnu Sabil agar dapat berkumpul dengan keluarga mereka saat Lebaran. “Alhamdulillah, pada Lebaran tahun ini, BAZNAS tetap konsisten dalam memfasilitasi para Ibnu Sabil agar dapat bertemu dan bersilaturahmi dengan keluarga di kampung halaman," ujar Kiai Noor. Guna menjamin kenyamanan dan keamanan peserta selama perjalanan, BAZNAS turut menghadirkan tim dari BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) serta tenaga medis dari Rumah Sehat BAZNAS (RSB). "Kami berfokus pada pelayanan kepada para mustahik dan Ibnu Sabil, memastikan mereka mendapatkan akses transportasi yang aman, nyaman, serta memungkinkan mereka tetap menjalankan ibadah selama perjalanan,” ucapnya. Tahun ini, jumlah peserta mudik meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, mencerminkan semakin besarnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan ini. “Tahun ini, Alhamdulillah, kami dapat meningkatkan jumlah penerima manfaat, meskipun masih terbatas jumlah yang bisa kami bantu,” ujarnya. “Alhamdulillah, para pemudik mendapat kesempatan dari BAZNAS. Maka dari itu, apa yang telah diberikan oleh para donatur bukan sekadar bantuan materi, tetapi juga memperkuat hubungan antara mustahik dan BAZNAS. Ini adalah misi suci, misi fisabilillah untuk membantu Ibnu Sabil,” katanya. Sementara itu, Pimpinan Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS RI, Saidah Sakwan, M.A., menjelaskan bahwa perjalanan mudik ini akan melewati dua jalur utama, yakni jalur pantai utara dan selatan, dengan tujuan 26 kota di berbagai provinsi. "Perjalanan mudik bersama BAZNAS mencakup beberapa daerah di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Yogyakarta. Di Jawa Tengah, perjalanan akan melewati Brebes, Tegal, Pemalang, Pekalongan, Semarang, dan Solo, kemudian berlanjut ke Demak, Kudus, Pati, dan Rembang," ujar Saidah. "Selain itu, perjalanan juga mencakup daerah Purwokerto, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Kebumen, Purworejo, hingga DI Yogyakarta. Sementara itu, di Jawa Timur, perjalanan meliputi Surabaya, Gresik, Lamongan, dan Ngawi, serta berlanjut ke Madiun, Nganjuk, Jombang, dan Malang," lanjutnya. Salah satu peserta mudik, Rini Yuliati dari Depok, yang akan pulang ke Pasuruan, menyampaikan rasa syukur atas program ini. Rini mengungkapkan bahwa biasanya ia harus mengeluarkan biaya sekitar Rp900 ribu untuk perjalanan mudik bersama keluarganya. Namun, berkat program dari BAZNAS, ia dapat menghemat pengeluaran tersebut. “Terima kasih kepada para muzaki, Jazakumullahu Khair, serta kepada BAZNAS pusat dan daerah. Semoga Allah membalas dengan rezeki yang luas, kebahagiaan, serta kesuksesan di dunia dan akhirat. Amin,” ujar Rini. Hadir dalam pelepasan peserta mudik, jajaran pimpinan BAZNAS RI, termasuk Hj. Saidah Sakwan, M.A., KH. Achmad Sudrajat, Lc., M.A., CFRM, Sekretaris Utama BAZNAS RI H. Subhan Cholid, Lc., M.A., serta Deputi I Arifin Purwakananta. Kontributor : Nikita Earlene Salsabila Editor : MAS
BERITA21/04/2025 | Humas
BAZNAS RI Bersama Alfa Group Resmikan Rumah Sehat untuk Layanan Kesehatan Gratis di Jakarta
BAZNAS RI Bersama Alfa Group Resmikan Rumah Sehat untuk Layanan Kesehatan Gratis di Jakarta
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bekerja sama dengan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart) dan PT Midi Utama Indonesia Tbk (Alfamidi) meresmikan Rumah Sehat BAZNAS (RSB) di Jakarta. Pembangunan RSB ini didanai melalui program Sedekah Konsumen Alfamart dan Alfamidi yang terkumpul sepanjang Januari–Desember 2024 sebesar Rp915.000.000. Dana tersebut disalurkan melalui BAZNAS untuk meningkatkan akses layanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu. Peresmian ini dihadiri langsung oleh Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA., serta Pimpinan BAZNAS RI Bidang Perencanaan, Prof. Dr. Zainulbahar Noor, SE, M.Ec. Turut hadir Direktur Corporate Affairs PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart), Dr. H. Solihin, SH., MH., C.Med., C.AC., dan Direktur PT Midi Utama Indonesia (Alfamidi), Afid Hermeily, SH., MH. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, menyatakan bahwa pembangunan RSB Jakarta merupakan wujud komitmen BAZNAS dalam meningkatkan kesejahteraan umat, terutama di bidang kesehatan. “Alfamart dan Alfamidi kembali menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat dengan memfasilitasi konsumen dermawan untuk menyalurkan donasi mereka melalui program sedekah konsumen,” ujar Kiai Noor. “Kami bersyukur atas dukungan dari Alfamart dan Alfamidi serta kepercayaan masyarakat dalam berdonasi. Rumah Sehat BAZNAS ini akan menjadi sarana utama bagi masyarakat dhuafa untuk mendapatkan layanan kesehatan yang layak,” lanjutnya. Menurut Kiai Noor, RSB Jakarta merupakan hasil kolaborasi antara BAZNAS RI, Alfamart, Alfamidi, dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam memberikan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat kurang mampu. “Alhamdulillah, saat ini kita sudah memiliki 30 RSB, dengan tambahan satu RSB lagi. RSB Jakarta ini akan menjadi ikon kita. Insya Allah, RSB ini akan menjadi percontohan bagi seluruh Indonesia. RSB ini memperlihatkan bagaimana konsumen Alfamart dan Alfamidi telah berkontribusi dalam pembangunan RSB ini,” jelasnya. Selain itu, ia menekankan bahwa peran konsumen Alfamart dan Alfamidi sangat besar dalam mendukung pembangunan dan fasilitas kesehatan melalui program sedekah yang dikelola dan disalurkan oleh BAZNAS untuk sektor kesehatan. RSB Jakarta menjadi gedung ke-24 yang diresmikan oleh BAZNAS di berbagai daerah di Indonesia. Dengan kapasitas layanan mencapai 60 pasien per hari, fasilitas ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan. “Fasilitas gedung ini dimanfaatkan secara optimal untuk berbagai layanan kesehatan, termasuk rawat jalan, pemeriksaan rutin, dan layanan darurat,” jelas Kiai Noor. Rumah Sehat BAZNAS Jakarta akan didukung oleh tenaga medis profesional dengan total 21 tenaga kerja, terdiri dari 14 tenaga kesehatan dan tujuh tenaga nonmedis yang siap memberikan pelayanan terbaik bagi pasien. “Kami sangat berterima kasih kepada masyarakat yang telah menyisihkan sebagian rezekinya melalui donasi di Alfamart dan Alfamidi. Bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat yang membutuhkan akses kesehatan,” tambahnya. Sementara itu, Direktur Corporate Affairs PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart), Dr. H. Solihin, SH., MH., C.Med., C.AC., mengungkapkan rasa syukurnya dapat berkolaborasi dalam peresmian Rumah Sehat BAZNAS di Jakarta. Ia menjelaskan bahwa pembangunan RSB Jakarta tidak terlepas dari kontribusi para konsumen Alfamart yang telah bersedekah melalui kasir saat berbelanja. “Hari ini, kita kembali bertambah lagi Rumah Sehat BAZNAS, yang bukan hanya sekadar tempat berobat, tetapi juga simbol kepedulian dan gotong royong dalam membangun kesejahteraan masyarakat. Diharapkan keberadaan Rumah Sehat BAZNAS ini dapat memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat serta berkelanjutan,” ujarnya. Ia juga menyampaikan apresiasi atas kolaborasi ini serta berterima kasih kepada para konsumen Alfamart dan Alfamidi atas donasi yang mereka berikan. “Kami mengumpulkan donasi dari para konsumen untuk disalurkan melalui BAZNAS. Sejak beberapa tahun lalu, kami konsisten bekerja sama dengan BAZNAS karena telah terbukti memiliki kredibilitas dalam mengelola dana tersebut. Terima kasih juga kami sampaikan kepada para konsumen Alfamidi yang sudah memberikan donasinya untuk membantu sesama dengan berperan aktif dalam pembangunan RSB,” jelas Solihin. Ke depan, ia berharap kerja sama dengan BAZNAS terus berlanjut dalam menghadirkan program-program sosial yang bermanfaat bagi masyarakat. “Ke depan, kami juga berharap bisa terus berkolaborasi dengan BAZNAS dalam menghadirkan program-program sosial yang bermanfaat. Mari kita jadikan Rumah Sehat BAZNAS Sejahtera sebagai pusat kebaikan dan kebermanfaatan bagi semua,” ujar Solihin. Acara peresmian ini juga dihadiri oleh Pimpinan BAZNAS RI Bidang Sumber Daya Manusia dan Umum, Kolonel Caj (Purn) Drs. Nur Chamdani, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Koordinasi Nasional, KH. Achmad Sudrajat, Lc, MA, Sekretaris Utama BAZNAS RI, H. Subhan Cholid, Lc., serta Deputi II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS RI, Dr. HM Imdadun Rahmat, M.Si, beserta jajaran. Kontributor: Daffa Yazid Fadhlan Editor: nov
BERITA21/04/2025 | Humas
BAZNAS RI Hadirkan Program Imam dan Dai Muda Ramadhan untuk Tingkatkan Literasi Zakat
BAZNAS RI Hadirkan Program Imam dan Dai Muda Ramadhan untuk Tingkatkan Literasi Zakat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menghadirkan program Imam dan Dai Muda Ramadhan dengan mengirimkan 52 imam dan dai muda ke berbagai wilayah, termasuk Jabodetabek, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi, serta luar negeri seperti Belanda. Program ini bertujuan untuk meningkatkan literasi zakat di masyarakat. Melalui program ini, BAZNAS menempatkan para imam dan dai muda di masjid-masjid terpilih. Mereka bertugas memimpin ibadah, memberikan kultum, serta mengadakan kajian interaktif di masjid dan musala di daerah pedesaan. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA., menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya BAZNAS dalam membina dan mendukung para imam serta dai muda yang memiliki semangat tinggi dalam berdakwah. “Mereka adalah generasi penerus yang akan membawa cahaya ilmu dan nilai-nilai Islam ke pelosok negeri, terutama ke daerah-daerah yang membutuhkan pembinaan keagamaan lebih intensif,” ujar Saidah di Jakarta, baru-baru ini. Menurutnya, kehadiran para imam dan dai muda sangat penting, tidak hanya dalam membimbing umat dalam ibadah, tetapi juga dalam membangun kesadaran sosial, mengajarkan nilai-nilai toleransi, serta memperkuat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat. “Mereka akan menjadi pelita yang menerangi umat, memberikan pencerahan melalui ceramah, kajian, dan bimbingan spiritual selama bulan Ramadhan,” ucap Saidah. Lebih lanjut, Saidah menjelaskan bahwa program ini juga menjadi bentuk pemberdayaan bagi para dai muda, memberi mereka kesempatan untuk berkembang, mengasah kemampuan dakwah, serta memperluas wawasan keislaman melalui interaksi langsung dengan masyarakat. “Semoga kehadiran 52 imam dan dai muda ini membawa manfaat yang besar bagi umat, serta semakin memperkuat nilai-nilai keislaman dan kebersamaan di tengah masyarakat,” jelasnya. Kontributor: Daffa Yazid Fadhlan Editor: NOV
BERITA21/04/2025 | Humas
BAZNAS RI Ajak Media Perkuat Literasi Zakat di Masyarakat
BAZNAS RI Ajak Media Perkuat Literasi Zakat di Masyarakat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mengajak media nasional untuk terus berkolaborasi dalam meningkatkan literasi zakat di masyarakat. Media dinilai memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran berzakat yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan para mustahik. Hal ini dibahas dalam acara Ngobrol Zakat Bersama BAZNAS Media Center (BMC) yang digelar di Jakarta, beberapa waktu lalu. Acara tersebut dihadiri oleh Sekretaris Utama BAZNAS RI, H. Subhan Cholid, Lc, MA., Kepala Biro Komunikasi Publik BAZNAS RI, Ndari Rumi Widyawati, Kepala Hubungan Masyarakat BAZNAS RI, Yudhiarma MK, M.Si., serta rekan-rekan media yang tergabung dalam BMC. Sekretaris Utama BAZNAS RI, H. Subhan Cholid, Lc, MA., menyampaikan apresiasi kepada insan media atas peran besarnya dalam mendukung syiar zakat di Indonesia. Ia menekankan bahwa media berperan penting dalam memastikan informasi mengenai zakat tersampaikan kepada masyarakat secara akurat dan terpercaya. “Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada rekan-rekan media. Tanpa peran media, para muzaki tidak akan mengetahui bagaimana dana yang mereka titipkan dikelola oleh BAZNAS. Jika tidak ada informasi yang transparan, muzaki bisa ragu dan tidak yakin bahwa dana zakat, infak, sedekah, dan donasi lainnya benar-benar dikelola dengan baik. Berkat peran media, masyarakat semakin teredukasi dan mempercayakan zakatnya kepada BAZNAS,” ujar Subhan. Subhan juga mengungkapkan perbedaan signifikan antara pengelolaan zakat dengan pengalamannya sebelumnya di sektor haji. Menurutnya, pengelolaan zakat memiliki tantangan lebih besar karena mencakup aspek penghimpunan, pengelolaan, hingga penyaluran dana kepada yang berhak menerimanya. “Jika berbicara tentang jumlah pekerjaan, zakat memiliki lebih banyak aspek. Dana zakat harus dihimpun sendiri, dan cara untuk mengumpulkan dana tersebut memerlukan strategi yang tepat serta usaha yang tidak sedikit,” tambahnya. Ia menegaskan bahwa transparansi dalam pengelolaan zakat menjadi faktor utama dalam membangun kepercayaan publik. “Peran media sangat penting dan berpengaruh dalam mengedukasi masyarakat. Berkat publikasi yang baik, masyarakat semakin yakin bahwa dana zakat yang mereka salurkan benar-benar membawa manfaat bagi yang berhak,” ujar Subhan. Lebih lanjut, ia menekankan bahwa tema BAZNAS tahun ini, Cahaya Zakat, memiliki makna mendalam bagi rekan-rekan media di BMC yang telah berkontribusi dalam syiar zakat. Ia berharap kerja keras para jurnalis dalam menyebarluaskan informasi tentang zakat akan menjadi amal jariyah yang membawa keberkahan di dunia dan akhirat. “Mudah-mudahan segala upaya yang dilakukan rekan-rekan media menjadi amal jariyah yang meringankan hisab di akhirat kelak. Tema Cahaya Zakat yang diusung tahun ini mencerminkan harapan agar syiar zakat terus menerangi kehidupan masyarakat,” ujarnya. Senada dengan Subhan, Kepala Biro Komunikasi Publik BAZNAS RI, Ndari Rumi Widyawati, menyatakan bahwa sinergi antara BAZNAS dan rekan-rekan media BMC terus diperkuat. “Seperti tahun-tahun sebelumnya, kami menggelar buka puasa bersama dengan rekan-rekan media BMC sebagai bentuk apresiasi atas dukungannya dalam publikasi kegiatan BAZNAS,” kata Ndari. Ia menjelaskan bahwa BAZNAS Media Center (BMC), yang dibentuk sejak 2016, kini memiliki sekitar 50 anggota aktif yang berperan dalam menyebarluaskan informasi tentang zakat. “Alhamdulillah, keberadaan BMC sangat membantu dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap zakat. Media menjadi jembatan utama antara BAZNAS dan publik,” lanjutnya. Ndari juga mengungkapkan bahwa BAZNAS sempat merencanakan pembangunan ruang pers, namun realisasinya tertunda karena adanya prioritas lain. “Kami pernah merencanakan pembangunan press room, namun karena ada kebutuhan mendesak seperti penyaluran bantuan dan pelayanan bagi umat, rencana tersebut belum terwujud. Meski begitu, justru dari keterbatasan ini, kami bisa lebih fleksibel dalam menjangkau berbagai lokasi kegiatan,” katanya. Ke depan, ia berharap adanya fasilitas yang lebih permanen bagi para jurnalis yang aktif meliput kegiatan zakat BAZNAS. “Semoga nantinya ada home base yang bisa menjadi pusat informasi bagi media,” tambahnya. Di penghujung acara, Ndari berharap agar di akhir Ramadhan ini, rekan-rekan media mendapatkan keberkahan atas kontribusinya dalam menyebarkan syiar zakat sepanjang bulan suci. Ia juga mengajak insan pers untuk tetap istiqomah dalam mendukung dakwah zakat BAZNAS. “Semoga teman-teman media di BAZNAS Media Center terus semangat dalam menyebarkan informasi zakat, sehingga masyarakat, baik muzaki maupun mustahik, dapat menerima hak-haknya dengan baik,” ujarnya. Pada kesempatan yang sama, wartawan senior Suara Karya, Paryono, turut mengapresiasi keterbukaan BAZNAS dalam menyampaikan informasi terkait zakat. “Kami sangat mengapresiasi keterbukaan BAZNAS dalam berbagi informasi. Semoga kerja sama ini terus terjalin dengan baik,” ujar Paryono. Ia juga berharap agar rekan-rekan media semakin dekat dan aktif dalam mendukung pemberitaan zakat bersama BAZNAS. “Saya berharap ke depannya teman-teman bisa lebih dekat, lebih intens membantu memberitakan kegiatan-kegiatan BAZNAS RI dan tentu pula BAZNAS daerah yang diperlukan oleh para muzaki dan mustahik,” ujarnya. Kontributor: Daffa Yazid Fadhlan Editor: NOV
BERITA21/04/2025 | Humas
BAZNAS, MUI, dan Artis Tanah Air Gelar Nobar Film Peraih Oscar “No Other Land”
BAZNAS, MUI, dan Artis Tanah Air Gelar Nobar Film Peraih Oscar “No Other Land”
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Kementerian Kebudayaan serta para artis Tanah Air mengadakan nonton bareng (nobar) film No Other Land, sebuah karya yang dibuat oleh aktivis dan jurnalis Palestina serta Israel, yaitu Basel Adra, Hamdan Ballal, Yuval Abraham, dan Rachel Szor. Film ini mengisahkan perjuangan rakyat Palestina dalam menghadapi penindasan dan genosida yang terus terjadi di tanah mereka. Penayangan film ini menjadi pengantar sebelum diputarannya film GAZA. Acara yang berlangsung di CGV Fx Sudirman, Jakarta, beberapa waktu lalu, turut dihadiri oleh Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Dr. H. Fadli Zon, S.S., M.Sc., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan Rizaludin Kurniawan, M.Si, CFRM, Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia Dr. H. Anwar Abbas, M.M, M.Ag., serta Ketua Komisi Pendidikan dan Kader Majelis Ulama Indonesia Prof. Sudarnoto Abdul Hakim, MA. Menteri Kebudayaan Dr. H. Fadli Zon, S.S., M.Sc., menyampaikan dukungannya terhadap film ini. Ia menilai film tersebut mampu menumbuhkan empati dan kepedulian masyarakat terhadap Palestina melalui karya seni para seniman. “Alhamdulillah, saya dapat hadir di sini untuk menonton film ini, sebagai film pengantar sebelum tayangnya GAZA. Selain soal kemanusiaan, film ini juga memiliki peran penting dalam menyampaikan pesan kepada dunia tentang genosida yang terjadi di Palestina,” ujar Fadli Zon. “Kami di pemerintah Indonesia, bersama masyarakat sipil dan organisasi kemanusiaan, akan terus berkomitmen untuk mendukung Palestina. Film ini adalah cara yang sangat efektif untuk memberikan informasi yang benar tentang peperangan yang terjadi di sana,” lanjutnya. Pada kesempatan yang sama, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan Rizaludin Kurniawan, M.Si, CFRM., menyampaikan bahwa BAZNAS mendukung penuh film ini dan penyebaran pesan-pesan kemanusiaan yang terkandung di dalamnya. “Kami sangat menyambut baik hadirnya film ini. Tidak hanya soal bantuan materi, tetapi lebih dari itu, Palestina membutuhkan dukungan moral dan kesadaran global. Kami akan terus mendampingi perjuangan Palestina melalui berbagai program kemanusiaan, termasuk mendukung tayangnya film GAZA di bioskop,” ujar Rizaludin. Ia juga menambahkan bahwa BAZNAS berharap karya-karya dari seniman Indonesia yang mendukung Palestina dapat terus diproduksi agar masyarakat semakin teredukasi mengenai isu anti-genosida di Palestina. “Melihat film No Other Land tadi, saya sangat teriris hatinya, apalagi jika film GAZA ini ditayangkan. Banyak sekali penderitaan warga Palestina dalam menghadapi peperangan. Dengan keberadaan film ini, saya harap masyarakat Indonesia dapat lebih peka terhadap luka yang dialami saudara-saudara kita di Palestina,” ujarnya. “BAZNAS senantiasa mendampingi langkah-langkah para pendukung Palestina, karena kita telah menjalin kemitraan dengan beberapa negara seperti Mesir dan Yordania untuk menyalurkan bantuan,” lanjut Rizaludin, seraya menegaskan bahwa BAZNAS terus berkontribusi dalam memberikan bantuan baik secara material maupun moral kepada Palestina. Sementara itu, Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Dr. H. Anwar Abbas, M.M, M.Ag., menegaskan bahwa kemerdekaan adalah hak setiap bangsa. Ia berharap dengan menonton film ini, masyarakat Indonesia dapat memahami betapa beratnya penderitaan rakyat Palestina akibat penindasan yang mereka alami. “Indonesia akan selalu mendukung Palestina, dan saya yakin, suatu saat nanti, Israel akan merasakan betapa perihnya perlakuan yang mereka berikan, karena sejarah tidak akan berpihak kepada penindas,” ujar Buya Anwar. Ia juga menyampaikan bahwa MUI telah mewakafkan tokoh yang secara khusus meneliti perkembangan konflik di Palestina dan Gaza, yaitu Ketua Komisi Pendidikan dan Kader Majelis Ulama Indonesia, Prof. Sudarnoto Abdul Hakim, MA., yang secara mendalam mengkaji setiap peristiwa yang terjadi di wilayah tersebut. Bersama para aktor dan aktris Indonesia yang tergabung dalam Forum Artis Pembela Palestina, mereka juga akan berperan dalam film GAZA. Para seniman ini berharap film tersebut mendapat respons positif dari berbagai kalangan, bukan hanya di dunia seni, tetapi juga di berbagai lapisan masyarakat. Hal ini dilakukan agar semakin banyak pihak yang dapat berkontribusi secara profesional dalam menyuarakan dukungan bagi Palestina. Kontributor: Daffa Yazid Fadhlan Editor: NOV
BERITA21/04/2025 | Humas
Dukung Gerakan Zakat, Presiden Prabowo dan Wapres Gibran Serahkan Zakat Melalui BAZNAS
Dukung Gerakan Zakat, Presiden Prabowo dan Wapres Gibran Serahkan Zakat Melalui BAZNAS
Presiden RI ke-8, Prabowo Subianto bersama Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming menunaikan zakat melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI dalam pelaksanaan Zakat Istana bertajuk Cahaya Zakat: Keajaiban Muzaki dan Mustahik di Istana Negara, Jakarta, baru-baru ini. Acara tersebut turut dihadiri sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih, Kepala Lembaga Tinggi Negara, Direksi BUMN, Pejabat Kementerian dan Lembaga, serta para kepala daerah yang bersama-sama menyalurkan zakatnya melalui BAZNAS. Penyerahan zakat Presiden dan Wapres diterima langsung oleh Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan Rizaludin Kurniawan, M.Si., dan didoakan oleh Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, sebagaimana kewajiban amil untuk mendoakan para muzaki. Dalam sambutannya, Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan pentingnya zakat dalam memperkuat solidaritas sosial dan membantu masyarakat yang membutuhkan. “Dengan berzakat, kita dapat berbagi dengan sesama, menolong kaum dhuafa, meringankan beban hidup mereka, dan menghindarkan hidup dari sifat kikir,” ujar Prabowo. Ia juga menambahkan bahwa zakat merupakan wujud gotong royong dalam mengurangi ketimpangan sosial dan pemerataan kesejahteraan. “Semoga zakat yang kita keluarkan akan menambah ketaqwaan kita kepada Allah SWT,” tambahnya. Presiden Prabowo turut mengapresiasi kinerja BAZNAS yang telah mendapatkan pengakuan hingga ke luar negeri. “Saya menghormati kerja keras saudara-saudara (BAZNAS) yang juga diapresiasi di luar negeri, di Palestina, di Timur Tengah. Pekerjaan BAZNAS sangat dihormati, dan BAZNAS selalu hadir di tempat yang sulit. Terima kasih BAZNAS,” ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya transparansi dan efektivitas dalam pengelolaan zakat agar dapat tepat sasaran dan memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat yang membutuhkan. Sementara itu, Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya Zakat Istana, yang untuk pertama kalinya diadakan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo. “Hari ini merupakan hari yang sangat istimewa dan membanggakan bagi kita semua. Kita patut bersyukur atas perkenan Bapak Presiden Prabowo untuk melanjutkan jejak baik dalam pelaksanaan Zakat Istana bersama Bapak Wakil Presiden Mas Gibran Rakabuming Raka, serta didampingi oleh segenap pimpinan lembaga tinggi negara, para menteri kabinet Merah Putih, serta Panglima TNI, Kapolri, Jaksa Agung, dan pimpinan BUMN,” ujar Kiai Noor. Menurutnya, momentum Zakat Istana ini menjadi pengingat akan akar spiritual dan sosial dari zakat itu sendiri. “Oleh karena itu, kami ingin menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Bapak Presiden atas kepercayaan yang diberikan kepada BAZNAS untuk mengelola Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS). Kepercayaan ini mencerminkan kepedulian negara terhadap pemenuhan kewajiban keagamaan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sesuai dengan amanah Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945,” ucapnya. Pada kesempatan tersebut, Kiai Noor juga memaparkan kinerja pengelolaan zakat dalam empat tahun terakhir, yang terus mengalami peningkatan. “Pengumpulan Zakat, Infak, dan Sedekah tahun 2021 sebesar Rp14 triliun, tahun 2022 sebesar Rp22,4 triliun, tahun 2023 sebesar Rp32,3 triliun, dan tahun 2024 sebesar Rp40,4 triliun, dengan target tahun 2025 ini sebesar Rp50 triliun,” ujarnya. Sementara itu, lanjut Kiai Noor, pengumpulan BAZNAS RI (pusat) sendiri pada tahun 2021 mencapai Rp517 miliar, tahun 2022 sebesar Rp634 miliar, tahun 2023 sebesar Rp882 miliar, dan tahun 2024 sebesar Rp1,12 triliun, dengan target tahun 2025 sebesar Rp1,35 triliun. “Adapun penyalurannya, pada tahun 2021, jumlah penyaluran zakat sebesar Rp14,04 triliun, tahun 2022 sebesar Rp21,6 triliun, tahun 2023 sebesar Rp31,2 triliun, dan tahun 2024 sebesar Rp39,5 triliun. Sementara penyaluran BAZNAS RI (pusat) tahun 2021 sebesar Rp501 miliar, tahun 2022 sebesar Rp756 miliar, tahun 2023 sebesar Rp675 miliar, dan tahun 2024 sebesar Rp1,07 triliun,” jelasnya. Setiap tahun, BAZNAS mengusung tema zakat yang berbeda untuk memberikan dampak nyata kepada masyarakat. “Pada tahun 2021 dan 2022 Cinta Zakat, tahun 2023 Berkah Berzakat, tahun 2024 Nikmat Berzakat, dan tahun 2025 ini sengaja kami mengusung tema Cahaya Zakat untuk Bapak Presiden Prabowo Subianto. Tema ini sebagai simbol kekuatan dan cita-cita Bapak Presiden untuk menerangi masyarakat Indonesia dan Insya Allah dunia,” ungkapnya. Kiai Noor juga mengajak seluruh elemen bangsa—pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat—untuk bersinergi dalam menjadikan zakat sebagai pilar pembangunan. “Mari kita terus berzakat dengan penuh keikhlasan, karena di dalamnya terkandung keberkahan bagi kita semua,” tuturnya. Kegiatan penyerahan zakat Presiden, Wakil Presiden, serta para menteri dan pejabat pemerintah ini turut didukung oleh Bank Syariah Indonesia (BSI). Hadir dalam acara tersebut Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama RI Prof. Dr. H. Waryono, M.Ag.; Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia K.H. Muhammad Anwar Iskandar; Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Dr. H. Haedar Nashir, M.Si.; Ketua Umum PB Nahdlatul Ulama Dr. (H.C.) K.H. Yahya Cholil Staquf; Ketua Badan Pelaksana Badan Wakaf Indonesia Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, MA; Ketua Badan Pelaksana Harian Dewan Syariah Nasional (DSN) MUI Prof. Dr. K.H. Hasanudin, M.Ag.; Kepala Badan Pelaksana Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Fadlul Imansyah; Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Bakrie; Ketua Umum BPP Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Akbar Himawan Buchari, beserta jajaran. Kontributor: Daffa Yazid Fadhlan Editor: NOV
BERITA21/04/2025 | Humas
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Singkawang.

Lihat Daftar Rekening →